Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Tawarkan Kemungkinan Dialog Nasional untuk Masa Depan Venezuela

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Tawarkan Kemungkinan Dialog Nasional untuk Masa Depan Venezuela Doc: UN
Ket. Samuel Reinaldo Moncada Acosta, Perwakilan Tetap Venezuela untuk PBB, menyampaikan pidato dalam pertemuan DK PBB untuk membahas 'agresi AS yang sedang berlangsung' terhadap negara tersebut, di markas besar PBB di New York City, AS, 23 Desember 2025.

PBB - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu (7/1) menyatakan kesediaannya untuk menggunakan jasa baiknya dalam mendukung kemungkinan dialog nasional yang inklusif di Venezuela, kata juru bicaranya.

Berbicara kepada para wartawan dalam taklimat harian, jubir Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres baru saja merampungkan pertemuan dengan Duta Besar Venezuela untuk PBB Samuel Moncada, yang berlangsung sekitar 45 menit.

"Dalam pertemuan tersebut, sekjen menegaskan kembali posisinya yang telah disampaikan secara terbuka mengenai aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela," ujar Dujarric.

Dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB pada Senin (5/1), yang disampaikan atas namanya oleh Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik Rosemary DiCarlo, Guterres mengatakan bahwa dirinya sangat khawatir dengan kemungkinan meningkatnya ketidakstabilan di negara tersebut, dampak potensialnya terhadap kawasan itu, serta preseden yang dapat ditimbulkannya terkait bagaimana hubungan antarnegara dijalankan.

"Saya tetap sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati sehubungan dengan aksi militer pada 3 Januari," kata Guterres.

Dia juga menyerukan kepada semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog yang inklusif dan demokratis di mana seluruh elemen masyarakat dapat menentukan masa depan mereka.

Pada 3 Januari dini hari waktu setempat, pasukan militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Venezuela dan secara paksa membawa Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, kemudian menahan keduanya di New York. Tindakan tersebut memicu kecaman luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.