Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bogor Tarik Rem Darurat, Sampah Tangsel ke Cileungsi Terancam Dihentikan

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Pemkab Bogor Tarik Rem Darurat, Sampah Tangsel ke Cileungsi Terancam Dihentikan Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika.

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menahan rencana lanjutan pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke Cileungsi karena aspek legalitas dan kapasitas pengolahan dinilai belum jelas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Kamis, mengatakan, sikap tersebut diambil setelah adanya komunikasi terkait penawaran bisnis pengolahan sampah oleh PT Aspex Kumbong yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Cileungsi.

“Uji coba sudah berjalan satu minggu dan muncul rencana untuk dilanjutkan. Saya sampaikan, tunggu dulu. Jangan dilanjutkan sebelum dilaporkan dan dibahas,” kata Ajat.

Menurut Ajat, pemerintah daerah tidak bisa serta-merta menyetujui kelanjutan pengiriman sampah tanpa kejelasan menyeluruh mengenai aspek operasional usaha pengolahan tersebut, mengingat persoalan sampah merupakan isu sensitif yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, dokumen awal yang diterima Pemkab Bogor hanya menjelaskan bahwa jenis sampah yang dapat diolah secara umum adalah sampah kertas, sementara penanganan sampah kain dan jenis lainnya belum dijabarkan secara detail.

Selain jenis sampah, kata Ajat, kapasitas pengolahan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah tidak ingin terjadi penumpukan sampah akibat keterbatasan daya tampung yang berujung pada pembusukan dan merugikan warga sekitar.

“Yang dibutuhkan itu kejelasan. Karena kalau terjadi masalah di lapangan, pemerintah yang nanti akan disalahkan,” ujar Ajat.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun kondisi di daerah pengirim bersifat mendesak dan telah ada nota kesepahaman jangka pendek selama sekitar satu pekan, hingga kini belum terdapat kerja sama jangka panjang yang disepakati.

Di sisi lain, aktivitas keluar masuk dump truck sampah di sekitar lokasi juga mulai menimbulkan keluhan warga. Ajat menegaskan bahwa intensitas pengangkutan harus disesuaikan dengan kapasitas pengolahan yang tersedia.

Menurut dia, pengolahan sampah yang dilakukan PT Aspex Kumbong bersifat spesifik dan tidak mencakup seluruh jenis sampah, sementara rencana pembuangan dari Tangsel mencakup berbagai jenis sampah karena daerah tersebut tengah mengalami krisis sampah.

"Jangan sampai posisinya sampah menumpuk, tidak tertangani dengan baik, tidak ada pendampingan, dan akhirnya terjadi pembusukan sampah yang merugikan masyarakat," jelas Ajat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten mulai mengalihkan pembuangan sampah 200 ton ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah penghentian pengiriman ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang.

"Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Tangerang, Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.