Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerhati Jakarta: Tangani Tawuran Secara Sistematis Agar Tak Gerus Rasa Aman Warga

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 17:13 WIB | Oleh:
Pemerhati Jakarta: Tangani Tawuran Secara Sistematis Agar Tak Gerus Rasa Aman Warga Doc: ANTARA/HO-Instagram/jakartaselatan24jam.
Ket. Ilustrasi peristiwa tawuran yang terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (4/5).

JAKARTA - Pemerhati Jakarta, Zulfikar Marikar menyebutkan persoalan tawuran di Jakarta harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan karena berpotensi menggerus rasa aman warga.

"Tawuran bukan hanya persoalan kriminalitas jalanan, melainkan fenomena sosial yang berulang dan berpotensi menggerus rasa aman warga jika tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan," kata Zulfikar di Jakarta, Kamis (8/1).

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya mencatat 440 aksi tawuran berhasil ditangani secara efektif. Kejadian tersebut tentunya menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu aktivitas publik.

"Yang menjadi perhatian, tawuran kerap terjadi di berbagai wilayah Jakarta, bahkan ada yang sama lokasinya, seperti Manggarai, Prumpung, Kebon Bawang,dan Sawah Besar. Pola berulang ini menunjukkan bahwa konflik tidak selalu muncul secara spontan," kata Zulfikar.

Dalam konteks tersebut, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyinggung kemungkinan adanya pihak-pihak yang memicu atau memprovokasi tawuran menjadi relevan dengan pandangan David C. Pyrooz seorang Professor of Sociology & Criminal Justice, di University Colorado Boulder.

Dalam bukunya yang berjudul "The Oxford Handbook of Gangs and Society" yang diterbitkan oleh Oxford University Press, tahun 2023, Pyrooz menegaskan bahwa kekerasan antar kelompok jalanan, konflik jarang dipicu oleh seluruh anggota secara spontan.

Biasanya terdapat individu atau subkelompok yang berperan sebagai pemantik konflik, baik melalui provokasi verbal, simbolik, maupun tindakan agresif awal yang mendorong eskalasi kekerasan kolektif.

"Artinya, tawuran bukan ledakan massa murni, ada aktor tertentu yang memulai provokasi, menggerakkan anggota lain, mendorong konflik laten menjadi kekerasan terbuka," kata Zulfikar.

Oleh karena itu, kata dia, penanganan tawuran tidak cukup hanya dengan pembubaran massa atau penindakan setelah kejadian. Perlu dipastikan pada akar persoalan, termasuk potensi adanya provokator harus ditindak.

Dalam hal ini, peran wali kota dan jajarannya menjadi sangat strategis, mengubah pendekatan dari reaktif menjadi preventif. Menurutnya, peran wali kota dan jajaran perangkat daerah diuji dalam penyelesaian tawuran.

"Mereka memiliki akses langsung terhadap informasi lokal, relasi komunitas, serta potensi konflik yang kerap tidak tertangkap oleh pendekatan keamanan semata. Oleh karena itu, tindakan proaktif dibutuhkan dalam membangun sistem deteksi dini konflik," paparnya.

Penguatan koordinasi dengan RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur keamanan harus menjadi bagian dari kerja rutin, bukan respons insidental.

"Dengan cara ini, potensi provokasi dapat diidentifikasi sejak awal sebelum berkembang menjadi bentrokan terbuka. Pendekatan semacam ini juga memungkinkan pemerintah hadir lebih cepat dan tepat sasaran," ujarnya.

Dia berpendapat target Jakarta Zero Tawuran 2026 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta patut dipandang sebagai agenda serius dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.