Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Tarik-Ulur Kebijakan The Fed
Rabu, 07 Jan 2026, 17:03 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed.
Ketidakjelasan waktu dan besaran penyesuaian suku bunga mendorong pelaku pasar bersikap wait and see, sekaligus memperkuat permintaan terhadap aset safe haven berdenominasi dolar AS.
Tekanan eksternal ini menambah volatilitas rupiah, meski faktor fundamental domestik relatif terjaga, sehingga pergerakan nilai tukar lebih dipengaruhi dinamika global dibandingkan sentimen internal.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (7/1), bergerak melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.758 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan kurs rupiah dipengaruhi ketidakpastian suku bunga The Fed.
âGubernur Fed Stephen Miran (mengatakan) aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. Bertentangan dengan pendapat Stephen Miran, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi,â ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Menurut CME FedWatch, diperkirakan 82 persen kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada tanggal 27 hingga 28 Januari.
Investor akan menunggu data Non-Farm Payrolls (NFP) AS bulan Desember 2025 yang akan dirilis Jumat (9/1), untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga.
âKekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga,â ujar Ibrahim.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuelaâditandai dengan operasi militer yang menangkap Presiden Nicolás Maduro, kritik internasional terhadap langkah Washington, serta potensi eskalasi konflik regionalâmenjadi sorotan penting bagi pelaku pasar global.
Risiko geopolitik semacam ini dapat mempengaruhi sentimen investor, terutama di sektor energi dan harga komoditas, meskipun respons pasar awal terlihat beragam atau bahkan tenang.
Ketidakpastian politik di Venezuela juga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap stabilitas pasokan minyak dan biaya logistik di kawasan, sehingga investor perlu mempertimbangkan diversifikasi dan kesiapan terhadap volatilitas pasar akibat faktor non-ekonomi global.
âPresiden AS Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu,â kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.785 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.762 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Denon Prawiraatmadja Mulai Roadshow Asia, Whitesky Bawa Agenda Pengembangan eVTOL Rp21 Triliun
-
Bukan Cuma Dibuang, Limbah Makanan Bergizi Gratis Disulap Jadi Produk Berharga di Manado
-
Iran Usulkan Rencana untuk Membuka Kembali Selat Hormuz dalam 7 Hari
-
Wakil Panglima TNI Pimpin Ziarah Nasional HUT Ke-81 TNI, Teladani Semangat Juang Para Pahlawan.
-
Gerak Cepat Hadapi Karhutla! Pemprov Kaltim Integrasikan Ribuan Personel
-
Pemkab Malinau Cari Terobosan Atasi Kekurangan Guru di Wilayah Terpencil.
-
Jonet Perkuat Komunikasi dan Peringatan Dini Bencana di Yogyakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.