Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Desak Penghormatan Kedaulatan Denmark atas Greenland

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 15:02 WIB | Oleh:
NATO Desak Penghormatan Kedaulatan Denmark atas Greenland Doc: AFP/Ludovic MARIN

ISTANBUL - Denmark bersama enam negara anggota NATO mengeluarkan pernyataan bersama tentang Greenland, mendesak penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” setelah munculnya kembali seruan AS untuk mengambil alih wilayah itu.

“Greenland milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan soal urusan Denmark dan Greenland,” kata para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi “prioritas utama bagi Eropa,” dan banyak sekutu telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, serta investasi mereka untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip Piagam PBB tentang kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan,” tambah para pemimpin tujuh negara anggota NATO itu.

Mereka juga menyatakan bahwa AS merupakan “mitra penting” dalam upaya ini, sebagai sekutu NATO, dan berdasarkan perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan AS tahun 1951.

Presiden AS Donald Trump telah beberapa kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi‑otonom di bawah Kerajaan Denmark, dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan strategis.

Pernyataan Trump itu memicu kekhawatiran di Eropa, terutama setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Washington untuk “menghentikan ancaman” terhadap sekutu historisnya, menolak gagasan pengambilalihan paksa Greenland.

Beberapa negara Eropa, serta Uni Eropa, Senin, menyatakan dukungan kuat mereka bagi Denmark dan Greenland seraya menolak gagasan bahwa masa depan pulau itu dapat ditentukan oleh kekuatan luar negeri.

Pemimpin Eropa itu menekankan bahwa setiap keputusan tentang masa depan Greenland harus dibuat oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri, sesuai hukum internasional.

Greenland, pulau berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark dan termasuk bagian dari aliansi militer NATO.

Pernyataan bersama ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di Eropa atas retorika terkait pencaplokan dan pentingnya mempertahankan tatanan keamanan kolektif di kawasan Arktik. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

43 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.