Kementan: Modernisasi Pertanian Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Rabu, 07 Jan 2026, 17:42 WIBKarawang, Jawa Barat - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, modernisasi pertanian melalui teknologi, mekanisasi, dan penguatan petani menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
"Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Mentan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5000 petani dan penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Dia menyampaikan, penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
âKita mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,â ucapnya.
Amran menegaskan, komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.
Panen raya padi di Karawang itu dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan komoditas beras yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.
âTerima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,â kata Presiden.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional.
Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32.
Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional.
Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.
Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.
âSaya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa," ucap Kepala Negara.
Presiden juga mengungkap dirinya dijanjikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan swasembada jagung, setelah pada tahun 2025 hingga saat ini Indonesia dinyatakan oleh Presiden swasembada beras.
"Saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakan akan murah untuk seluruh peternak dan petani," kata Prabowo.
"Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,â tambah Prabowo.
- Ketahanan Pangan Nasional
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sinergi Strategis: Bapanas dan BMKG Bersatu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
-
Gubernur Sultra Luncurkan Desa Ketahanan Pangan di Konsel untuk Dukung MBG
-
Begini Siasat Pupuk Indonesi Agar Distribusi Pupuk Subsidi Tak Terganggu Gara Gara Ulah Kios Nakal
-
Tahan Imbang Persik 1-1, Semen Padang Belum Aman
-
Perayaan Idul Fitri 1446 H Diaspora Indonesia di Caracas, Venezuela
-
Bimtek Rampung, TNI Siap Gempur Krisis Pangan dengan Kompi Produksi
-
Jepang Kian Menua Populasi Lansia Tembus 29 Persen dari Total Populasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.