Pemprov Jatim Perkuat Layanan Inklusi bagi Anak Tunarungu
Selasa, 06 Jan 2026, 10:11 WIBSURABAYA â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) kini memiliki Resource Center Unit Observasi Deteksi dan Intervensi Dini Ketunarunguan di Sekolah Luar Biasa Bagian B (SLB-B) Negeri Karya Mulya Surabaya sebagai penguatan layanan inklusif bagi anak dengan hambatan pendengaran.
âAlhamdulillah, sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama tiga dekade dengan berbagai pihak telah memposisikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang paling progresif dalam layanan inklusivitas di Indonesia,â ujar Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangan di Surabaya, Selasa (06/1).
Resource Center tersebut telah diresmikan Gubernur Khofifah bersamaan dengan peresmian SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, sekaligus mendapat Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java.
Penghargaan diserahkan Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java Vicki Richardson sebagai apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemprov Jatim selama 35 tahun dalam penguatan Pusat Layanan Deteksi Dini bagi anak dengan hambatan pendengaran.
Khofifah menjelaskan pusat layanan deteksi dini berperan krusial mengidentifikasi gangguan pendengaran sejak masa kehamilan hingga usia balita, agar intervensi medis dan edukasi dapat dilakukan lebih awal.
âDi sini fokus pada deteksi dini bahkan sejak masa kehamilan. Harapannya juga membantu mempersiapkan keluarga, khusus untuk hal teknis seperti penggantian baterai dan suku cadang alat bantu pendengaran," ujarnya.
Resource Center tersebut merupakan hasil kolaborasi SLBÂ Bagian B Negeri Karya Mulya Surabaya dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Islam Surabaya.
Menurut Khofifah, layanan deteksi dini tidak hanya bermanfaat bagi anak penyandang disabilitas rungu, tetapi juga keluarga melalui pendampingan agar orang tua mampu bersikap antisipatif dan adaptif.
âPenghargaan ini juga merefleksikan keberhasilan program pendampingan bagi orang tua agar mampu melakukan langkah antisipatif dalam menangani kondisi anggota keluarga dengan disabilitas rungu,â katanya.
Ke depan, lanjutnya, Pemprov Jatim berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat, termasuk peluang kerja sama internasional sebagaimana pengalaman Indonesia menerima bantuan alat bantu pendengaran dan tim medis melalui Clinton Foundation.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wagub Aceh Minta Bupati dan Wali Kota Percepat Usulan SK Rumah Rusak akibat Bencana
-
Forest Permalukan Liverpool, Newcastle Ganggu Man City dan Persaingan Gelar Liga Inggris
-
Ribuan Warga Aceh Timur Terpaksa Dievakuasi ke Pengungsian Akibat Banjir 2 Meter
-
Saatnya Tuan Rumah Raih Juara, Jadwal Indonesia Masters Babak 8 Besar Hari Ini
-
DPR RI Harapkan Ramadan jadi Momentum Perkuat Persatuan Indonesia
-
Musim Parsel Tiba, Pedagang Dadakan Bermunculan di Palu
-
Pasar Rakyat Makin Praktis, Bulog Dorong Transaksi QRIS, Tak Perlu Ribet Cari Kembalian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.