Malaysia Open 2026 Jadi Awal Ujian Fajar/Fikri Hadapi Kekuatan Baru Ganda Putra Dunia

Selasa, 06 Jan 2026, 19:40 WIB

JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bersiap memulai musim dengan tantangan besar di ajang Malaysia Open 2026. Turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu akan digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6 - 11 Januari 2026 dan menjadi panggung awal untuk membaca peta kekuatan baru dunia.

Meski mengawali tahun dengan status peringkat enam dunia, Fajar/Fikri menilai musim 2026 ibarat restart penuh. Ranking dianggap hanya catatan lama, sementara persaingan di lapangan akan kembali dimulai dari nol, tanpa jaminan apa pun.

Ket. Foto: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat bertanding pada laga China Open 2025 — Sumber: PBSI

Fajar Alfian secara terbuka menyoroti dominasi pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang tampil luar biasa sepanjang 2025 dengan koleksi 11 gelar juara. Namun menurutnya, dominasi tersebut tidak berarti membuat pasangan lain kehilangan peluang untuk bersaing di level tertinggi.

"Tahun 2026 ini kembali dari 0-0 meskipun ranking ada di bekas tahun sebelumnya," ujar Fajar Alfian, Selasa (6/1/2026), dikutip dari pbsi.id.

Ia menegaskan, semua pasangan punya kesempatan yang sama selama persiapan dan kesiapan dilakukan secara maksimal.

Fajar juga menilai persaingan ganda putra dunia semakin cair dan terbuka. Tidak ada lagi satu pasangan yang benar-benar tak tersentuh, karena dinamika pertandingan sangat bergantung pada kondisi harian, strategi, dan mental di lapangan.

"Di tahun 2025 pasangan Korea meraih 11 gelar, tapi itu bukan berarti pasangan lain tidak mampu menghadapinya. Siapapun bisa dilawan, semua bisa terjadi," tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri memprediksi musim 2026 akan dipenuhi kejutan dari pasangan-pasangan muda. Ia menyebut regenerasi ganda putra tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara dan negara-negara lain.

"Di tahun 2026 pasti akan ada banyak pasangan baru yang muncul, pasangan-pasangan muda," kata Fikri.

Ia mencontohkan dari Indonesia sendiri sudah mulai muncul pasangan seperti Raymond/Joaquin yang patut diwaspadai.

Menurut Fikri, Malaysia juga memiliki banyak pasangan muda yang siap memberi kejutan. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat dan menuntut setiap pasangan untuk selalu siap sejak babak awal.

Pada babak pertama Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan menghadapi wakil Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen pada Rabu (7/1). Meski di atas kertas diunggulkan, Fajar menegaskan laga awal justru kerap menjadi jebakan jika tidak fokus.

Soal adaptasi lapangan, Fajar menyebut tidak ada kendala berarti. Karakter lapangan di Axiata Arena dinilai mirip dengan turnamen-turnamen Asia Tenggara lainnya, termasuk faktor angin akibat pendingin ruangan.

"Ini jadi perdana pasangan dengan Fikri main di Malaysia. Sudah coba lapangan dan kurang lebih sama seperti tahun sebelumnya," jelas Fajar.

Menjelang laga perdana, fokus utama Fajar/Fikri adalah menjaga stamina, kesiapan mental, dan konsentrasi. Menurut Fajar, awal tahun justru sering menjadi momen sulit karena semua pemain datang dengan kondisi segar dan target tinggi.

"Sekarang tinggal jaga persiapan, pikiran, stamina, dan fokus. Lawan juga punya waktu panjang untuk persiapan, pasti ingin hasil maksimal. Jadi tidak akan mudah," pungkas Fajar.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.