Kota Baru, Hati yang Peduli: Strategi IKN Selamatkan Alam di Tengah Pembangunan
Selasa, 06 Jan 2026, 11:50 WIBPENAJAM PASER UTARA â Di tengah luasnya hutan tropis dan sungai yang mengalir tenang di Kalimantan Timur, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bergerak dengan hati-hati.
Pembangunan fisik kota baru yang megah tak hanya soal beton dan jalan, tapi juga tentang menjaga napas alam di sekitarnya.
Di wilayah yang membentang antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, setiap langkah pembangunan diselaraskan dengan keberlanjutan lingkunganâdari pelestarian ekosistem sungai hingga perlindungan hutan yang masih lestari.
IKN ingin menunjukkan bahwa kota modern bisa lahir tanpa harus mengorbankan alam. Ruang hijau, sistem drainase alami, dan koridor satwa dirancang untuk tetap hidup berdampingan dengan aktivitas manusia.
Di balik hiruk-pikuk pembangunan, ada pesan kuat: kemajuan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap bumi dan komunitas lokal.
Dengan pendekatan ini, IKN bukan sekadar kota baru; ia menjadi simbol harapan bahwa pembangunan dan alam bisa bersatu, dan bahwa setiap gedung yang berdiri memiliki cerita tentang harmoni dengan lingkungan.
"Fasilitas pendukung dikembangkan agar dapat memperkuat ekosistem kawasan IKN," ujar Kepala Ototita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai skema pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (6/1).
Pengembang fasilitas pendukung itu, kata dia, agar IKN seimbang antara pembangunan fisik dan keberlanjutan terkait lingkungan.
Salah satu pengembangan fasilitas pendukung, kata dia, Otorita IKN melakukan penataan dan pembenahan kawasan glamping dan ditarget kawasan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Penataan kawasan glamping dilakukan agar tidak mengganggu karakter alam sekitar, sekaligus tetap fungsional dan tertata. Diharapkan hal itu memperkuat citra IKN melalui pendekatan ekologi dan kualitas ruang hidup yang baik.
Fasilitas kawasan glamping dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan akomodasi, sekaligus menjadi bagian pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan IKN, serta merupakan bagian strategi pembangunan kawasan yang terintegrasi.
Kawasan glamping menggabungkan kenyamanan akomodasi modern, dengan pengalaman berada di ruang terbuka hijau menjadi elemen pendukung mobilitas dan aktivitas di IKN.
Kawasan glamping dapat dimanfaatkan tamu, pekerja, maupun pemangku kepentingan, kata dia, yang membutuhkan hunian sementara dengan fasilitas memadai.
Penataan dan pembenahan kawasan glamping, lanjut Basuki, untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan aktivitas manusia dan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan pembangunan IKN, yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan tata ruang berkelanjutan.
Basuki Hadimuljono mengatakan fasilitas disiapkan sebagai bagian dari dukungan akomodasi, sekaligus penguatan konsep ruang terbuka hijau di kawasan ibu kota baru yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga dirancang menyatu dengan lanskap alam sekitar.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Separatis Yaman Mengklaim Kuasai Wilayah Selatan
-
Polres Metro Jakarta Barat Kembali Gelar Patroli Titik Rawan Kejahatan
-
Inspektorat Nyatakan Pengadaan Mobiler di Rumah Dinas Wagub Babel Langgar Aturan
-
Fantastis! Tembus Rp24,46 Triliun Capaian Ekonomi Kreatif di Libur Tahun Baru
-
Depok Kebut 200 Dapur Gizi! Ibu Hamil hingga Anak Jalanan Masuk Daftar Penerima Program MBG
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
-
Nggak Mau Kehilangan Sawah, Lebak Pertahankan Kawasan LP2B
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.