• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • CRISPR Bisa Pulihkan Fungs...

CRISPR Bisa Pulihkan Fungsi Gen Terkait Autisme

Selasa, 06 Jan 2026, 06:42 WIB

BENTUK modifikasi dari teknologi pengeditan gen CRISPR menunjukkan potensi baru dalam terapi autisme. Pendekatan ini tidak mengubah gen secara langsung, tetapi meningkatkan ekspresi gen yang bermasalah, sehingga fungsinya dapat pulih kembali.

Dalam sebuah studi pracetak terbaru, para peneliti menguji CRISPR versi modifikasi pada neuron dan organoid otak (model mini otak di laboratorium). Hasilnya, teknologi ini berhasil memulihkan dampak varian patogenik pada dua gen yang erat kaitannya dengan autisme, yakni CHD8 dan SCN2A, dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Ket. Foto: Insinyur Laboratorium Marthe Tsochandaridis memeriksa hasil sampel darah pada mesin otomatis laboratorium, di Rumah Sakit Utara (Hopital Nord), di Marseille, Prancis selatan, pada 28 Maret 2018, sebagai bagian dari skrining trisomi termasuk trisomi 21 yang dikenal sebagai sindrom Down, yang dilakukan pada wanita hamil. — Sumber: BERTRAND LANGLOIS / AFP

Pendekatan tersebut bekerja dengan menargetkan elemen pengatur gen, sehingga ekspresi CHD8 dan SCN2A meningkat ke tingkat yang lebih normal.

Gen SCN2A berperan dalam pembentukan saluran ion yang membantu menghantarkan sinyal listrik di otak. Varian pada gen ini telah lama dikaitkan dengan kejang, autisme, dan disabilitas intelektual. Sementara itu, CHD8 berperan dalam pengaturan kromatin—struktur DNA dan protein yang membentuk kromosom. Kerusakan pada CHD8 sering ditemukan pada individu dengan autisme dan ukuran kepala yang lebih besar dari rata-rata.

Menurut para ahli, temuan ini menunjukkan bahwa dampak varian genetik terkait autisme berpotensi dibalikkan dengan mengatur tingkat ekspresi gen, tanpa perlu mengedit urutan DNA secara langsung. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan sebelum pendekatan ini dapat diterapkan secara klinis.

“Ini adalah cara baru untuk mengatur gen yang sangat penting dalam autisme, dan itu merupakan temuan besar,” kata Kevin Bender, profesor neurologi di Universitas California, San Francisco, yang tidak terlibat dalam studi ini. Namun, ia menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan langkah awal.

Bender sebelumnya telah menggunakan CRISPR versi serupa yang mengaktifkan gen, bukan memotong DNA untuk meningkatkan ekspresi SCN2A pada tikus. Perlakuan tersebut terbukti memperbaiki fungsi neuron hewan uji.

Studi terbaru ini tidak hanya mengonfirmasi temuan sebelumnya terkait SCN2A, tetapi juga untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa aktivasi elemen pengatur gen dapat mengurangi dampak varian berbahaya pada CHD8. Mengingat CHD8 mengendalikan ribuan gen lain, peningkatan ekspresinya memberikan efek pemulihan yang signifikan.

Untuk menghindari risiko efek samping akibat peningkatan ekspresi gen secara berlebihan, tim memilih menargetkan enhancer, yaitu wilayah DNA non-pengkode yang berfungsi mengatur aktivitas gen. Strategi ini dinilai lebih aman dibandingkan langsung menargetkan promotor gen.

Hasilnya, peningkatan aktivitas enhancer CHD8 pada neuron dan organoid otak menyebabkan ukuran organoid kembali lebih normal dan mengurangi ekspresi gen yang menyimpang. Tanpa intervensi ini, organoid dengan mutasi CHD8 cenderung tumbuh lebih besar dan menunjukkan proliferasi sel saraf yang berlebihan.

Efek serupa juga terlihat pada SCN2A. Peningkatan ekspresi gen ini berhasil membalikkan gangguan perkembangan neuron, rendahnya aktivitas listrik, serta respons lambat terhadap rangsangan listrik. hay

  • Sindrom Down

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.