Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dongkrak Angka Kelahiran, Tiongkok Naikkan Harga Kondom!

📅 Senin, 05 Jan 2026, 15:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dongkrak Angka Kelahiran, Tiongkok Naikkan Harga Kondom! Doc: AFP
Ket. Produk kondom terlihat di antara produk-produk lain di sebuah supermarket di eijing pada 4 Januari 2026.

BEIJING - Tiongkok menaikkan harga kondom dan alat kontrasepsi lainnya dalam upaya meningkatkan angka kelahiran, tetapi warga Beijing dan para analis mengatakan langkah tersebut hanya akan berdampak kecil.

Konsumen kini harus membayar pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 13 persen untuk alat kontrasepsi termasuk kondom, setelah Beijing menghapus pengecualian untuk produk tersebut mulai 1 Januari.

Layanan penitipan anak dan perjodohan dikecualikan.

Pemerintah Tiongkok telah berupaya meningkatkan angka kelahiran yang lesu, karena khawatir dengan populasi yang menua dan menyusut dengan cepat, serta angka pernikahan yang sangat rendah.

Namun, kaum muda di Beijing mengatakan kepada AFP bahwa pengenaan pajak pada alat kontrasepsi tidak akan mengatasi akar masalah yang menurut mereka menghalangi orang untuk memiliki anak.

"Tekanan besar pada kaum muda di Tiongkok saat ini—dari pekerjaan hingga kehidupan sehari-hari—sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondom," kata seorang warga berusia tiga puluhan, yang hanya ingin dikenal sebagai Jessica, kepada AFP.

Jessica mengatakan ada kesenjangan kelas yang mencolok dalam masyarakat Tiongkok, dan banyak orang merasa masa depan mereka tidak terlalu pasti untuk memulai sebuah keluarga.

"Orang kaya terlalu kaya, dan orang miskin tetap miskin... (dan orang-orang) kurang percaya diri dengan masa depan mereka, sehingga mereka mungkin tidak mau memiliki anak."

Xu Wanting (33), yang membaca tentang pajak baru tersebut secara daring, mengatakan dia tidak percaya pajak itu akan secara langsung meningkatkan angka kelahiran.

"Mereka yang benar-benar perlu membeli produk-produk ini akan tetap membelinya, karena ini adalah produk perencanaan keluarga," kata Xu kepada AFP di luar sebuah pusat perbelanjaan.

"Produk-produk ini (kondom) bukan hanya untuk kontrasepsi, tetapi juga menyangkut kesehatan reproduksi wanita."

Hambatan Nyata 

Populasi Tiongkok telah menurun selama tiga tahun berturut-turut, dan dapat turun dari 1,4 miliar saat ini menjadi 633 juta pada tahun 2100, menurut prediksi PBB.

Para pemimpin Tiongkok, termasuk Presiden Xi Jinping, telah berjanji untuk mengatasi masalah demografis negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.