- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Ancam Preside...
Donald Trump Ancam Presiden Sementara Venezuela, Akses Minyak Jadi Taruhan Besar AS
Senin, 05 Jan 2026, 19:45 WIBJAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada presiden sementara Venezuela di tengah eskalasi konflik politik dan militer kedua negara. Ancaman ini muncul setelah AS menangkap mantan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dalam operasi yang menuai kecaman internasional.
Pernyataan Trump disampaikan kepada wartawan saat berada di pesawat Air Force One. Ia menegaskan bahwa presiden sementara Venezuela harus bekerja sama dengan Amerika Serikat atau siap menghadapi konsekuensi serius.
Trump secara terbuka menyebut bahwa kerja sama yang dimaksud mencakup akses Amerika Serikat terhadap sumber daya strategis Venezuela. Minyak dan aset energi disebut menjadi kepentingan utama Washington dalam tekanan politik tersebut.
"Kita membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kita untuk membangun kembali negara mereka," kata Trump.
Ancaman itu disampaikan di tengah situasi politik Venezuela yang belum stabil pasca penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump bahkan menyebut bahwa jika presiden sementara tidak patuh, maka ia bisa âmembayar harga yang sangat mahalâ.
Trump mengklaim Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menunjukkan sikap kooperatif. Namun, ia tetap menegaskan tuntutan agar pemerintah sementara Venezuela membuka akses wilayah dan sumber dayanya bagi AS.
Tekanan AS ini memicu respons lebih lunak dari Delcy Rodriguez. Dalam unggahan di Facebook, ia menyatakan harapan akan terjalinnya hubungan yang seimbang dan saling menghormati antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Rodriguez juga mengundang Washington untuk berkolaborasi dalam agenda kerja sama. Meski demikian, sebelumnya ia sempat mengecam keras intervensi militer AS dan menyerukan pembebasan Nicolás Maduro.
Ancaman Trump terhadap Venezuela tidak berdiri sendiri. Ia juga mengisyaratkan keinginannya memperluas pengaruh Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin, termasuk menyasar Kolombia.
Trump menyebut Presiden Kolombia Gustavo Petro dengan pernyataan ofensif dan menuduh negaranya terlibat dalam perdagangan kokain. Bahkan, ia menyebut kemungkinan operasi militer serupa di Kolombia sebagai sesuatu yang kedengarannya bagus.
Sikap agresif AS ini mendapat kecaman dari sejumlah negara. Tiongkok, Brasil, dan Uruguay secara terbuka mengkritik langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa AS harus menghentikan upaya menggulingkan pemerintah Venezuela. Beijing meminta semua perbedaan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi, bukan tekanan militer.
Meski Trump mengklaim AS akan mengelola Venezuela untuk sementara waktu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan sebaliknya. Rubio menegaskan AS tidak akan mengatur Venezuela secara langsung, kecuali dalam penegakan karantina minyak yang sudah berlaku.
Ancaman terbuka Trump terhadap presiden sementara Venezuela menandai babak baru ketegangan geopolitik di kawasan. Isu akses minyak dan dominasi pengaruh AS kembali menjadi pusat konflik yang berpotensi memicu krisis berkepanjangan.
- Donald Trump
- minyak
- geopolitik
- Minyak Dunia
- Gejolak Geopolitik
- Venezuela
- Konflik AS-Venezuela
- Penjabat Baru Presiden Venezuela
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Industri Petrokimia Alami Tekanan, Inaplas Dorong Diversifikasi Bahan Baku untuk Kemandirian
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.