Jaga Kearifan Lokal, Tetua Adat Badui Tegaskan Larangan Alat Modern

Minggu, 04 Jan 2026, 17:20 WIB

Lebak - Tetua adat yang juga Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten Jaro Oom menggelar kegiatan sosialisasi pelarangan menggunakan peralatan modern di kawasan permukiman Suku Badui.

"Kami berharap melalui sosialisasi larangan adat itu agar dipatuhi oleh masyarakat Badui," kata dia dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu (4/1).

Ket. Foto: Sejumlah warga beraktivitas di perkampungan Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. — Sumber: Antara

Kegiatan sosialisasi pelarangan penggunaan alat modern itu, melibatkan sejumlah tokoh dan pemuka Suku Badui Dalam dan Badui Penamping. Kegiatan itu sudah berlangsung selama satu bulan lebih.

Mereka melakukan kegiatan sosialisasi tersebut kepada seluruh perkampungan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak.

Selama ini, banyak larangan adat leluhur masyarakat Badui, di antaranya menolak pembangunan infrastruktur berupa jalan, listrik, dan pendidikan.

Selain itu, larangan menggunakan peralatan modern, seperti gelas, piring, teko, termos terbuat dari kaca.

Ia berharap, sosialisasi itu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Badui agar tidak melakukan pelanggaran adat.

Ia menjelaskan sejak zaman dahulu masyarakat Badui dalam kehidupan sehari-hari menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari pepohonan dan tanah liat.

Ia mencontohkan tentang gelas, piring, teko terbuat dari batang pohon bambu, sedangkan peralatan untuk menanak nasi, yakni periuk, gentong, kuali, kendi, dan cobek dibuat dari tanah liat.

Ia mengharapkan komunitas masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar memiliki kesadaran agar mematuhi penggunaan alat tradisional.

"Kita melakukan sosialisasi itu agar masyarakat Badui tidak melakukan pelanggaran adat setempat," katanya. Hingga saat ini, jumlah warga Badui 11.600 jiwa, tersebar di 68 kampung.

Jamal (45), warga Badui Luar Kampung Kadu Ketug menyatakan mendukung sosialisasi tentang larangan penggunaan alat modern yang dilakukan dengan cara bermusyawarah.

Biasanya, kata dia, penerapan aturan tentang larangan adat juga dilakukan melalui operasi ke rumah-rumah masyarakat Badui.

Ia mengatakan larangan adat berasal dari leluhur itu harus ditegakkan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat adat.

Namun, kata dia, perkembangan zaman saat ini berupa modernisasi kehidupan manusia berdampak pula terhadap masyarakat Badui.

Sekarang, kata dia, masyarakat Badui banyak yang menggunakan peralatan modern, seperti piring, gelas, teko, termos, bahkan telepon seluler.

"Kita sebagai warga Badui Luar tetap mematuhi imbauan tentang operasi larangan adat itu," katanya.

  • Masyarakat Badui

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.