Kementan Dorong Pendaftaran 12 Varietas Salak Bali untuk Tampil di Ajang Penghargaan GIAHS di Roma
Rabu, 10 Sep 2025, 10:27 WIBJAKARTA - Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, dikenal luas sebagai sentra salak Bali. Namun dibalik popularitasnya, desa ini menyimpan kekayaan berupa puluhan varietas salak dengan karakteristik unik yang jarang ditemukan di daerah lain.
Keragaman tersebut kini tengah diupayakan pendaftarannya ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, melalui kegiatan pendampingan teknis pendaftaran 12 varietas salak kabupaten yang berada di bagian paling timur pulau Bali ini.
Kegiatan yang digelar pada hari Selasa (9/9) merupakan agenda lanjutan dari kegiatan Optimalisasi Pengelolaan Varietas Tanaman di Denpasar sehari sebelumnya. Fokus pendampingan adalah mempercepat proses pendaftaran agar varietas lokal segera memperoleh pengakuan hukum, sekaligus menjadi instrumen perlindungan plasma nutfah dari klaim pihak lain.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, menyampaikan, pendaftaran ini bukan hanya melindungi, tetapi juga mengangkat potensi Desa Sibetan sebagai pusat keanekaragaman salak sekaligus destinasi agrowisata unggulan Bali.
âMelalui pendaftaran varietas tanaman ini, kami ingin mengangkat potensi Desa Sibetan sebagai pusat keanekaragaman salak, sekaligus mendorong pelestarian budaya bertani yang telah diwariskan turun-temurun,â pada kesempatan tersebut yang disampaikan melalui siaran pers pada hari Rabu (10/9).
âPercepatan pendaftaran sangat penting agar varietas salak Karangasem memperoleh pengakuan resmi. Kami berharap proses pendaftaran ini dapat dilakukan akselerasi, sehingga saat mendapatkan GIAHS dari FAO, 12 varietas salak ini sudah mendapatkan tanda daftarnya dan menjadi resmi milik kabupaten Karangasem,â ujar Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati.
Ia menambahkan, pengakuan resmi ini bukan hanya sekedar tanda daftar, namun juga akan memperkuat nilai tambah dan daya saing varietas lokal, sekaligus memberikan kesejahteraan lebih bagi petani.
Hingga kini, Provinsi Bali telah mendaftarkan 68 varietas tanaman lokal, mulai dari padi, durian, manggis, jeruk, hingga tanaman hias. Sebanyak 12 varietas salak khas Karangasem yang kini tengah proses pendaftaran, yaitu:Â salak ketewel, salak manas, salak barak, salak mesui, salak penyalin, salak layu, salak nyuh, salak toris, salak maya, salak gondok, salak pada, dan salak muani.
Keanekaragaman varietas tersebut menghadirkan daya tarik tersendiri. Salak Bali dikenal dengan cita rasa manis-asam-sepat. Sedangkan salak gula pasir dikenal dengan rasanya yang sangat manis dan menjadi favorit wisatawan.
Ada pula varietas unik seperti salak barak dengan daging buah berwarna merah. Salak gondok berukuran besar dan berair, hingga salak ketewel yang beraroma khas mirip nangka. Bahkan varietas langka seperti salak layu yang kini hanya tersisa dua pohon, serta salak muani yang hanya menghasilkan bunga jantan tanpa buah, menunjukkan betapa kayanya plasma nutfah Karangasem.
Dengan pendampingan ini, PVTPP menargetkan ke-12 varietas tersebut dapat rampung didaftarkan dalam waktu satu bulan. Hal ini dilakukan sebelum penyerahan penghargaan Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) di Roma, Italia, pada 31 Oktober 2025.
Leli menuturkan, pendaftaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keragaman hayati Indonesia. Pendaftaran varietas lokal tidak hanya memberi perlindungan hukum, tetapi juga menjaga warisan budaya bertani yang diwariskan turun-temurun, memperkuat identitas daerah, dan membuka peluang ekonomi serta pariwisata.
Melalui usaha veritas salah Bali yang varietasnya sangat beragam, Kabupaten Karangasem tidak hanya mengukuhkan diri sebagai rumah bagi salak unggulan, tetapi juga menempatkan kekayaan lokalnya di panggung pertanian dunia.
- italia
- Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP)
- salak Bali
- pendaftaran varietas
- Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS)
- Roma
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Penyaluran Beasiswa Rp1,2 Miliar untuk Cegah Putus Sekolah di Papua
-
Kementan Gandeng 29 Universitas Muhammadiyah untuk Perkuat Inovasi Varietas Tanaman
-
Perkuat Daya Saing Teknologi, Kemenperin Konsisten Bangun Industri Semikonduktor RI
-
Prabowo Ikuti KTT Internasional di Mesir Bahas Perdamaian Gaza
-
PKK Barito Utara dan Dinas KPP Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Manfaatkan Lahan Pekarangan
-
WHO akan Manfaatkan “AI” untuk Awasi Pengobatan Tradisional
-
Malam Kelam di San Siro, Dihancurkan Norwegia 1-4, Apakah Italia Tidak Lolos Lagi ke Piala Dunia?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.