Banjir Pukul Sektor Perikanan Aceh Timur, Kerugian Tembus Triliunan Rupiah

Jumat, 02 Jan 2026, 20:40 WIB

Banda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat kerugian sektor perikanan akibat bencana banjir di daerah itu ditaksir mencapai Rp2,64 triliun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah di Aceh Timur, Jumat (2/1), mengatakan banjir merendam ribuan hektare tambak ikan dan udang serta tambak budi daya seperti tempat produksi garam masyarakat di sejumlah kecamatan terdampak.

Ket. Foto: Kondisi tambak rata dengan jalan saat banjir melanda Aceh Timur. — Sumber: Antara

"Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat rusak berat, kolam budi daya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budi daya tidak bisa diselamatkan," katanya.

Menurut dia, banjir berlangsung cukup lama menyebabkan sebagian besar pembudidaya perikanan gagal panen. Bahkan, tidak sedikit masyarakat pesisir dan pedesaan yang sepenuhnya kehilangan sumber penghasilan karena aktivitas di sektor perikanan lumpuh total.

"Sebagian besar tambak masih terendam, sehingga masyarakat belum dapat beraktivitas. Dari laporan sementara yang masuk, kerugian perikanan diperkirakan mencapai Rp2,64 triliun," katanya.

Selain kerusakan fisik, Afifullah menyebut banjir juga berdampak pada rusaknya ekosistem perairan. Air banjir bercampur lumpur dan limbah menyebabkan kualitas air menurun drastis, yang berpotensi memicu kematian massal ikan dalam waktu panjang.

"Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut pun, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya besar untuk memulihkan tambak agar bisa kembali digunakan," katanya.

Afifullah menegaskan pemerintah daerah masih memfokuskan penanganan tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Namun ke depan, pihaknya mendorong adanya perhatian khusus terhadap pemulihan sektor perikanan.

"Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Timur. Oleh karena itu, kami berharap ada dukungan pemerintah provinsi dan pusat, khususnya untuk pemulihan sektor perikanan," kata Afifullah.

Banjir hidrometeorologi atau banjir di Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak pada 443 gampong yang tersebar di 24 kecamatan. Total warga terdampak mencapai 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Demi Ketahanan Pangan, Tiap Desa Mesti Membangun Dua Hektare Makanan

Warga Kalbar Semakin Melek Transaksi Elektronik, Angka QRIS Mencapai Rp6,5 Triliun  

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak dalam Dua Bulan Terakhir Relatif Stabil ‎

Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS pada Senin (17/8), Kompak Naik di Pegadaian

Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Bulog NTT Tambah 10 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT

Paskibraka Siap Jalankan Tugas Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka.

Telkom Buka Internet Gratis di Lokasi Pengungsian Gempa NTT, Warga Bisa Tetap Terhubung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.