Geser Jepang, India Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Keempat Dunia

Rabu, 31 Des 2025, 01:00 WIB

New Delhi - India telah menyalip Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia, dan para pemerintahannya berharap dapat melampaui Jerman dalam tiga tahun ke depan, sebagaimana dihitung dalam tinjauan ekonomi akhir tahun pemerintah.

Dikutip dari AFP, konfirmasi resmi tersebut masih bergantung pada data yang akan dirilis pada 2026, saat angka produk domestik bruto (PDB) tahunan final dipublikasikan. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan India akan menyalip Jepang pada tahun depan.

Ket. Foto: India telah menyalip Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia — Sumber: istimewa

“India termasuk di antara negara dengan pertumbuhan ekonomi besar tercepat di dunia dan berada pada posisi yang kuat untuk mempertahankan momentum ini,” demikian bunyi catatan pengarahan ekonomi pemerintah yang dirilis pada Senin (29/12) malam.

“Dengan nilai PDB sebesar US$4,18 triliun, India telah melampaui Jepang untuk menjadi ekonomi terbesar keempat dunia, dan berpotensi menggeser Jerman dari peringkat ketiga dalam dua setengah hingga tiga tahun ke depan, dengan proyeksi PDB mencapai US$7,3 triliun pada 2030.”

Proyeksi IMF untuk 2026 menempatkan perekonomian India pada level 4,51 triliun dollar AS, dibandingkan dengan Jepang sebesar 4,46 triliun triliun dollar AS.

Penilaian optimistis pemerintah India ini muncul meski terdapat kekhawatiran ekonomi setelah Washington pada Agustus lalu memberlakukan tarif besar terhadap New Delhi terkait pembelian minyak Russia.

India menyatakan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan mencerminkan “ketahanan di tengah ketidakpastian perdagangan global yang terus berlangsung.”

Tantangan Ekonomi

Namun, indikator lain menunjukkan gambaran yang tidak secerah itu.

Dari sisi jumlah penduduk, India telah menyalip negara tetangganya, Tiongkok, sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia pada 2023.

Menurut data terbaru Bank Dunia, PDB per kapita India pada 2024 tercatat sebesar 2.694 dollar AS, atau sekitar 12 kali lebih kecil dibandingkan Jepang yang mencapai 32.487 dollar AS, dan 20 kali lebih kecil dibandingkan Jerman sebesar 56.103 dollar AS.

Lebih dari seperempat dari 1,4 miliar penduduk India berusia antara 10 hingga 26 tahun, berdasarkan data pemerintah. Negara tersebut juga telah menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja bergaji layak bagi jutaan lulusan muda.

“Sebagai salah satu negara dengan populasi termuda di dunia, kisah pertumbuhan India sangat ditentukan oleh kemampuannya menciptakan lapangan kerja berkualitas yang mampu menyerap angkatan kerja yang terus bertambah secara produktif serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” lanjut catatan tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun ini meluncurkan pemangkasan besar pajak konsumsi dan mendorong reformasi undang-undang ketenagakerjaan setelah pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Maret.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.