Tepis Isu Harga Pangan Naik Karena MBG, Ekonom Ungkap Manfaat Besar MBG

Kamis, 25 Des 2025, 17:17 WIB

Di tengah kekhawatiran publik mengenai potensi kenaikan harga bahan pokok akibat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah pengamat memberikan pandangan optimis. Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah ini dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Menanggapi isu bahwa permintaan besar dari program MBG akan memicu kelangkaan dan lonjakan harga pangan di pasar, Ekonom sekaligus Mantan Direktur Program Magister Manajemen FEB UI, Harryadin Mahardika, menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak beralasan justru dengan hadirnya MBG dan beroperasinya SPPG, lonjakan harga pangan lebih terkendali.

Ket. Foto: Sejumlah siswa SD di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). — Sumber: Antara Foto

“Sebelum program MBG berjalan, petani dan peternak tidak punya mekanisme untuk bisa langsung berdagang ke masyarakat. Mereka harus selalu menjual produk mereka ke tengkulak, distributor, dan ini artinya harga gampang dipermainkan spekulan. Justru menurut saya para spekulan agak sulit mempermainkan Harga lagi. Karena produk peternak dan petani bisa langsung dibeli SPPG. Jadi opsi bagi petani dan peternak lebih banyak,” ujarnya.

Selama masa libur sekolah, SPPG terus beroperasi dan mendistribusikan paket makanan bernutrisi ke penerima manfaat. Hal ini diyakini merupakan upaya komitmen pemerintah untuk memenuhi nutrisi anak-anak meskipun di hari libur.

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Politik dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sri Yunanto, menjawab tudingan program MBG di masa libur sekolah adalah cara untuk menghabiskan anggaran.

Ia menilai pandangan sempit tersebut menunjukkan masyarakat masih belum memaknai intervensi gizi sebagai kebijakan jangka panjang. “Pemenuhan gizi tidak boleh terputus hanya karena kalender akademik, demi memastikan investasi SDM menuju Indonesia Emas 2045 tetap terjaga,” tegasnya seperti dikutip Antara.

Lebih jauh lagi, manfaat MBG juga memberikan napas baru bagi ribuan relawan yang bekerja di dapur SPPG. Program ini telah menjelma menjadi lapangan kerja baru yang krusial bagi ekonomi para pekerja dan relawannya.

“SPPG itu keberkahan dan manfaatnya untuk banyak orang. Termasuk untuk pegawai yang ada di sana. Ini akan memutar perekonomian,” tambah Harryadin.

Hingga saat ini (24/12), ada 17.555 SPPG yang sudah melayani yang sudah melayani 50 juta lebih penerima manfaat di 38 provinsi. Jumlah tenaga kerja yang sudah terlibat langsung di SPPG ada 741.985 orang.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Maria Sudilaksana Mega (42). Ia adalah seorang relawan di SPPG Khusus Tangerang Selatan. Ibu tunggal yang sedang hamil enam bulan ini mengaku hidupnya sangat terbantu oleh program MBG, terutama setelah berpisah dengan suaminya beberapa bulan lalu.

"Sedih lah saya. Saya enggak tahu mau kerja di mana lagi untuk menghidupi anak-anak saya. Mana saya baru saja berpisah dengan suami saya tujuh bulan lalu dan baru tahu kalau ternyata saya hamil," ucapnya dikutip dari Detik.com.

Di SPPG tersebut, Mega bertugas sebagai juru racik yang menyiapkan bumbu dan bahan makanan. Mega memproduksi 3.300 porsi makanan setiap hari bersama 46 relawan lain yang bekerja di SPPG Khusus Tangerang Selatan.

Bagi Mega, program MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan tumpuan nyata untuk menyekolahkan anak-anaknya dan menyambung hidup keluarga di masa sulit.

  • Makan Bergizi Gratis

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.