Putin Kirim Surat Tahun Baru untuk Kim Jong Un, Puji Persahabatan yang Tergoyahkan Russia-Korut

Kamis, 25 Des 2025, 11:05 WIB

SEOUL - Presiden Russia Vladimir Putin menggembar-gemborkan "persahabatan yang tak tergoyahkan" dengan Korea Utara dalam surat Tahun Baru kepada pemimpin Kim Jong Un, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Kamis (25/12).

Dalam pesan yang diterima di Pyongyang pekan lalu, Putin memuji partisipasi tentara Korea Utara yang membantu perang Moskow melawan Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu telah membuktikan "persaudaraan militan" antara kedua negara.

Ket. Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) dan Presiden Russia Vladimir Putin saat bertemu di Beijing, Tiongkok, pada 3 September 2025, — Sumber: AFP

Badan intelijen Korea Selatan dan Barat memperkirakan Korea Utara mengirim lebih dari 10.000 tentara ke Russia pada tahun 2024 -- terutama ke wilayah Kursk -- bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

"Masuknya para prajurit Tentara Rakyat Korea secara heroik ke dalam pertempuran untuk membebaskan wilayah Kursk dari penjajah dan aktivitas selanjutnya dari para insinyur Korea di tanah Russia dengan jelas membuktikan persahabatan yang tak tergoyahkan," tulis Putin, menurut kantor berita resmi KCNA.

Ia menambahkan bahwa ketentuan-ketentuan dari "perjanjian bersejarah tentang kemitraan strategis komprehensif" yang ditandatangani selama kunjungannya ke Pyongyang pada Juni tahun lalu telah dipenuhi "berkat upaya bersama kita".

Pakta tersebut mencakup klausul pertahanan bersama yang menjanjikan bantuan militer segera jika salah satu negara menghadapi agresi bersenjata.

Hubungan Pyongyang-Moskow yang kuat akan "berkontribusi pada pembentukan tatanan dunia multipolar yang adil", kata Putin.

Badan intelijen Seoul memperkirakan bahwa sekitar 2.000 tentara Korea Utara yang dikerahkan untuk membantu Russia telah tewas.

Korea Utara baru mengkonfirmasi pada bulan April bahwa mereka telah mengerahkan pasukan untuk mendukung perang Russia di Ukraina dan mengakui bahwa tentara mereka telah tewas dalam pertempuran.

Sejak itu, Kim telah bertemu dengan keluarga para tentara yang tewas saat bertempur untuk Russia melawan Ukraina dan menyampaikan belasungkawa atas "kesedihan yang tak tertahankan" mereka.

Media pemerintah telah menerbitkan gambar Kim yang tampak emosional memeluk seorang tentara yang kembali dari medan perang, yang tampak kewalahan dan menyembunyikan wajahnya di dada pemimpin tersebut.

Setelah kesepakatan militer Moskow-Pyongyang tahun lalu, Seoul—yang saat itu berada di bawah pemerintahan konservatif Yoon Suk Yeol—mengatakan dapat mempertimbangkan kembali untuk memasok senjata ke Kyiv, meskipun ada kebijakan dalam negeri yang melarang langkah tersebut. Namun hal ini belum terwujud.

  • Russia-Korea Utara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.