Stok Pangan Aman, tapi Harga Mulai Bergejolak

Selasa, 23 Des 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Stok bahan pangan untuk masyarakat DKI Jakarta dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Januari 2026. Meski demikian, sejumlah kebutuhan seperti daging ayam dan telur sudah mengalami kenaikan harga.

“Stok cukup, artinya ada dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta bisa terpenuhi. Sampai Januari ada. Kami pantau terus dari mulai beras, semua komponen ada,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Pasar Senen, Jakarta, Senin (22/12).

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau stok komoditas cabai merah di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Senin (22/12). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Merujuk data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta per 19 Desember lalu, kebutuhan beras di Jakarta per harinya mencapai 2.600 ton atau 78 ribu ton sebulan.

Sedangkan stok beras yang ada cukup melimpah, yaitu berkisar 303 ribu ton. Terkait kenaikan harga ayam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi dan membahas terkait harga daging ayam di Jakarta yang naik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami akan Rapimtas (Rapat Pimpinan Terbatas) untuk membahas ini. Karena tahun depan kita menghadapi era yang baru lagi, tentu masalah yang juga cukup tinggi,” katanya.

Harga ayam sudah naik sejak empat hingga bulan lalu. Begitu juga dengan telur ayam.

Di Pasar Tomang, Jakarta Barat, misalnya, harga daging ayam per ekor mencapai Rp45 ribu per ekor, lebih tinggi jika dibandingkan harga pada hari-hari biasa yakni di kisaran Rp32 ribu-35 ribu per ekor.

Menurut Rano, program pangan subsidi nantinya bakal diadakan sebagai salah satu solusi mengatasi tingginya harga daging ayam.

Perlu Kolaborasi 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo menyatakan Pemerintah Provinsi DKI perlu melakukan kolaborasi dengan produsen dan distributor guna memastikan stok kebutuhan pangan untuk warga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 aman.

“Koordinasi dengan produsen, distributor, dan ritel besar harus dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan,” kata Dwi Rio Sambodo di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor perlu dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok warga DKI Jakarta tercukupi dan tentunya harga bisa stabil tanpa harus adanya kenaikan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memperkuat operasi pasar bersama Satgas Pangan untuk memastikan stok barang kebutuhan pokok mencukupi. Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga perlu menindak tegas praktik penimbunan dan spekulasi yang mendorong kenaikan harga secara tidak wajar.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan stok pangan di Jakarta cukup selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), namun ada beberapa kenaikan harga.

“Secara ketersediaan untuk di Jakarta dirasa cukup, jadi warga tidak perlu panik untuk menyimpan bahan pangan,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut dia, untuk kebutuhan beras di Jakarta per harinya mencapai 2.600 ton atau 78 ribu ton sebulan. Sedangkan stok yang ada cukup melimpah, yaitu berkisar 303 ribu ton.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.