Somalia Kritis: Kekeringan Ancam 4,6 Juta Jiwa

Selasa, 23 Des 2025, 22:14 WIB

NEW YORK - Jubir Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, Senin (22/12), mengatakan, kekeringan diperkirakan mempengaruhi lebih dari 4,6 juta orang di Somalia, sekitar seperempat dari populasi negara tersebut.

Xinhua melaporkan, Selasa, mitra-mitra PBB mengindikasikan bahwa setidaknya 120.000 orang mengungsi antara September dan Desember 2025, seiring dengan melonjaknya harga air, makanan yang semakin langka, hewan ternak yang mati, dan mata pencaharian yang runtuh.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Scott Peterson

Dujarric mengatakan bahwa sektor pendidikan juga terdampak parah, dengan lebih dari 75.000 murid terpaksa putus sekolah di seluruh negeri.

Dujarric menyebutkan bahwa musim kemarau yang akan datang, antara Januari hingga Maret, diperkirakan akan kian memperparah kondisi kekeringan di negara itu.

Kekeringan tersebut dapat meningkatkan kelangkaan air dan menyebabkan makin tingginya angka kematian ternak, sehingga risiko kerawanan pangan di banyak wilayah negara itu berpotensi ikut meningkat.

Pihak berwenang meminta bantuan mendesak untuk menghindari kemungkinan kolapsnya mata pencaharian penggembalaan dan pertanian serta mencegah jatuhnya korban jiwa yang sebenarnya dapat dihindari.

PBB memperingatkan bahwa empat bulan ke depan akan sangat krusial, karena musim hujan berikutnya diperkirakan baru akan tiba pada April 2026.

PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya pun telah dikerahkan untuk mendukung penilaian situasi, memetakan stok pasokan yang tersedia, dan mengoordinasikan respons darurat di seluruh sektor air, pangan, gizi, kesehatan, dan tempat penampungan.

Dujarric menyebut bahwa Dana Tanggap Darurat Pusat PBB telah mengalokasikan dana sebesar 10 juta dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp16.767) pada akhir November, namun dukungan tambahan yang jauh lebih besar masih sangat dibutuhkan. Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.