- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kamboja Klaim Thailand Lan...
Kamboja Klaim Thailand Lancarkan Serangan Udara Usai Pertemuan Asean
Selasa, 23 Des 2025, 02:45 WIBPHNOM PENH - Kamboja pada Senin (22/12) mengatakan bahwa Thailand telah melancarkan serangan udara ke wilayahnya, tak lama setelah Bangkok mengumumkan kedua negara telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan lanjutan pekan ini yang bertujuan untuk menghentikan bentrokan perbatasan yang mematikan.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan militer Thailand mengerahkan jet tempur untuk membombardir wilayah Provinsi Siem Reap dan Preah Vihear pada Senin sore, hanya beberapa jam setelah pembicaraan krisis regional diadakan di Malaysia.
"Pada pukul 16.18, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir lebih jauh ke wilayah kedaulatan Kamboja di daerah O'Kontoeng, Komune Srae Nouy, âDistrik Varin, Provinsi Siem Reap," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Provinsi Siem Reap adalah lokasi dimana terdapat destinasi wisata kompleks candi Angkor Wat.
Sementara itu Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan bahwa seorang pekerja perusahaan pertambangan berkewarganegaraan Tiongkok terluka akibat serangan artileri militer Thailand ke Kamboja pada Senin.
âPasukan Thailand menembakkan peluru artileri ke daerah sipil di provinsi perbatasan Kamboja, Battambang, yang mengakibatkan satu rumah warga sipil hancur total dan satu warga negara Tiongkok terluka," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Perundingan Lanjutan
Sementara itu di Kuala Lumpur, menlu Kamboja dan Thailand pada Senin sepakat untuk mengadakan pembicaraan perbatasan lanjutan pekan ini, setelah pertemuan regional di Malaysia yang bertujuan untuk menghentikan bentrokan mematikan antara negara-negara tetangga di Asia tenggara tersebut.
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengumumkan rencana perundingan bilateral tersebut setelah bertemu dengan para mitranya dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean), yang mana Kamboja juga merupakan anggotanya.
Ia mengatakan kepada wartawan di Kuala Lumpur bahwa diskusi tersebut akan diadakan pada Rabu (24/12) di Chanthaburi, Thailand selatan, dalam kerangka komite perbatasan bilateral yang sudah ada.
Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komite tersebut akan dibentuk agar militer kedua negara dapat membahas implementasi, langkah-langkah terkait, dan verifikasi gencatan senjata secara rinci.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengatakan pihaknya menyambut baik upaya regional untuk mempertahankan gencatan senjata dan mengakhiri permusuhan.
"Kami tetap optimis bahwa pihak Thailand akan menunjukkan ketulusan dalam sepenuhnya menerapkan gencatan senjata sesuai dengan tujuan Asean," demikian pernyataan kementerian itu.
Namun, Menlu Sihasak memperingatkan bahwa pertemuan mendatang mungkin tidak akan langsung menghasilkan gencatan senjata.
"Posisi kami adalah gencatan senjata tidak datang dengan pengumuman, tetapi harus berasal dari tindakan," kata dia.
Pertemuan pada Senin diselenggarakan oleh ketua Asean, Malaysia, yang pada akhir Oktober lalu menjadi tuan rumah KTT di mana deklarasi gencatan senjata ditandatangani di bawah naungan Presiden AS, Donald Trump.
Menlu Sihasak mengatakan bahwa deklarasi bulan Oktober itu dilakukan terburu-buru.
"AS menginginkan deklarasi itu ditandatangani tepat waktu sebelum kunjungan Presiden Trump. Terkadang kita benar-benar perlu duduk bersama dan membahas berbagai hal secara mendalam agar hal-hal yang kita sepakati benar-benar berlaku dan dihormati," tegas dia. AFP/I-1
- thailand
- cambodia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
-
Thailand Dikepung Banjir Terparah dalam Seperempat Abad
-
Wamendagri Bima Arya Puji Kampung Bahagia Jambi: Soroti RT Punya Peran Krusial
-
Kapal Perang AS Kunjungi Pangkalan AL Kamboja
-
Sekjen PBB Mengecam Meningkatnya ‘Aturan Kekerasan’ di Seluruh Dunia
-
Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel Ilegal
-
KPK Sebut Ada Permintaan agar SKPD Menangkan Perusahaan Fadia Arafiq
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.