Mudik Nataru 2025 dengan Mobil Listrik, Ini Strategi Aman dan Lancarnya

Senin, 22 Des 2025, 19:35 WIB

JAKARTA - Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menggunakan mobil listrik menuntut kecermatan pengendara, terutama dalam hal perencanaan perjalanan dan pengelolaan energi secara disiplin agar perjalanan tetap aman dan lancar.

“Mudik menggunakan mobil listrik memiliki tantangan, ini jelas menuntut perubahan paradigma menuju perencanaan yang presisi secara digital,” ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (22/12).

Ket. Foto: Pemudik melakukan pengisian daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/3). — Sumber: ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Yannes menegaskan bahwa tantangan utama mudik dengan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bukan hanya jarak tempuh, melainkan kesiapan strategi sejak sebelum berangkat. Perencanaan presisi berbasis digital menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar.

Pertama-tama pemudik perlu memetakan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari kota asal hingga tujuan dengan cermat melalui aplikasi pendukung. Penentuan rute sebaiknya memprioritaskan jalur yang memiliki fasilitas DC fast charging (pengisian daya cepat) untuk mempersingkat waktu pengisian daya di tengah perjalanan.

Selain perencanaan rute, strategi pengisian daya yang disiplin juga menjadi kunci kelancaran mudik. Yannes menyarankan pengendara tidak menunggu baterai hingga habis total.

Pengisian ulang ideal dilakukan saat kapasitas baterai berada di kisaran 20–30 persen dan dihentikan di angka 80 persen ketika singgah di rest area, demi efisiensi waktu perjalanan.

Pengelolaan energi tersebut perlu didukung dengan gaya berkendara yang hemat. Penggunaan mode Eco (hemat energi), pemanfaatan fitur regenerative braking secara maksimal, serta menjaga kecepatan konstan.

“Fitur regenerative braking yang umumnya ada dalam EV harus dimanfaatkan secara maksimal, serta penjagaan kecepatan konstan di rentang 80-100 km per jam untuk mencegah konsumsi daya yang boros,” jelas Yannes.

Adapun regenerative braking adalah fitur yang umum pada mobil listrik yang dapat mengubah energi saat kendaraan melambat atau mengerem menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai. Manfaatnya, teknologi ini membantu memperpanjang jarak tempuh, menghemat energi, dan mengurangi keausan sistem rem.

Sebagai langkah antisipasi, Yannes juga mengingatkan pentingnya menyiagakan portable charger di dalam kendaraan.

Perangkat ini dapat menjadi solusi darurat apabila pemudik terpaksa melakukan pengisian daya di lokasi non-SPKLU, baik saat di perjalanan maupun ketika telah tiba di lokasi tujuan.

Dengan perencanaan matang dan disiplin pengelolaan energi, mudik Nataru 2025 menggunakan mobil listrik dinilai tetap memungkinkan dilakukan secara nyaman dan aman. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Pemkot Tangerang Tingkatkan Anggaran demi Komitmen Wujudkan Kota Sehat

Komisi III DPR Siap Menampung Aspirasi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu

Pemkot Tangerang: “Home Visit” Jadi Strategi Jangkau Anak Tidak Sekolah

Seniman Jepang Yayoi Kusama, Sang Ratu Polkadot, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

Kota Tangerang Kini Miliki Rumah Sehat Sahabat Paru untuk Tangani TBC

Komisi VIII DPR Pastikan Stok Bantuan Bencana NTT Mencukupi, Distribusi Jadi Tantangan

Menperin Agus: IPAL Ramah Lingkungan untuk IKM Sasirangan Tapin Turunkan Limbah hingga 98%

Demo Akbar, Milik Siapa Puluhan Senjata Tajam dan Ratusan Botol Molotov?

Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global

Wali Kota Bandung Ajak Ulama Perkuat Persatuan dan Jaga Kondusivitas Masyarakat

Disdagin: Bandung Great Sale 2026 Berhasil Raih Omzet Rp1,52 Miliar

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Karo

Kebakaran di Blok Ranu Kembang, Sebanyak 170 Pendaki Semeru Dievakuasi dalam Kondisi Aman

Kantor Pos Ternate pamerkan perangko terbitan 1980-1997

Pemkab Wakatobi Gaet Pelaku Industri Wisata Bali untuk Perkuat Jaringan Pemasaran

Sebelum Buka Muktamar Ke-35 NU, Presiden Prabowo akan Sambangi Ndalem Pesantren Tambakberas

Kebakaran Gunung Semeru: Ratusan Pendaki Masih Berada di Ranu Kumbolo, Harus Dievakuasi

LRT Jakarta Rute Velodrome–Manggarai Hadirkan Fasilitas yang Nyaman

Lewat Pantauan Satelit, BMKG Deteksi 1.079 Titik Panas di Kalimantan Selatan pada Kamis

Velodrome ke Manggarai Cuma 28 Menit? Cek Deretan Fasilitas Mewah LRT Jakarta Terbaru!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.