Stanislas Wawrinka Umumkan Gantung Raket Akhir Musim 2026, Tutup Karier Profesional 24 Tahun

Minggu, 21 Des 2025, 08:00 WIB

LONDON - Stanislas Wawrinka memastikan akan mengakhiri karier profesionalnya pada akhir musim 2026. Petenis Swiss peraih tiga gelar Grand Slam itu mengumumkan keputusan tersebut akhir pekan ini, menurunkan tirai perjalanan panjang selama 24 tahun yang membuatnya menembus elite tenis dunia di era keemasan olahraga ini.

Wawrinka, yang beralih ke level profesional tahun 2002, akan berusia 41 tahun pada bulan Maret mendatang. Kariernya mencerminkan transformasi luar biasa, dari sosok underdog abadi menjadi penakluk raksasa. Pada masa puncaknya, ia dikenal mampu memainkan tenis agresif dan bertenaga di semua permukaan lapangan. Prestasi terbesarnya kerap hadir di momen paling menentukan, saat ia menumbangkan nama-nama terbesar di panggung termegah.

Ket. Foto: Stanislas Wawrinka. — Sumber: AFP

Dijuluki “Stanimal”, Wawrinka menaklukkan Rafael Nadal untuk merebut gelar Australia Open 2014, sebelum dua kali mengalahkan Novak Djokovic, di Prancis Open 2015 dan US Open 2016,keduanya terjadi di partai final saat Djokovic berstatus petenis nomor satu dunia.

“Setiap buku membutuhkan akhir. Inilah saatnya menulis bab terakhir karier saya sebagai petenis profesional. 2026 akan menjadi tahun terakhir saya di tur,” tulis Wawrinka melalui Instagram.

“Saya masih ingin mendorong batas kemampuan saya dan menutup perjalanan ini dengan catatan terbaik. Saya masih punya mimpi di olahraga ini. Saya menikmati setiap bagian dari apa yang tenis berikan kepada saya, terutama emosi saat bermain di hadapan kalian.”

Sepanjang kariernya, Wawrinka mengoleksi 16 gelar ATP dan pernah menempati peringkat dunia tertinggi ketiga. Ia juga meraih emas Olimpiade ganda bersama Roger Federer pada Olimpiade Beijing 2008, serta berperan penting mengantarkan Swiss meraih gelar Davis Cup pertama mereka pada 2014.

Pengumuman pensiun ini datang ketika Wawrinka berada di peringkat 157 dunia, setelah serangkaian cedera dan operasi lutut membuatnya merosot di daftar peringkat. Ia belum menembus perempat final Grand Slam sejak Australia Open 2020, dan besar kemungkinan akan mengandalkan wildcard untuk tampil di turnamen mayor pada musim perpisahannya.

Usai tersingkir di babak pertama Roland Garros awal tahun ini, Wawrinka mengakui kekalahan semakin sulit diterima di senja kariernya. Meski begitu, semangatnya untuk terus berkompetisi tetap menyala. “Saya menantikan bertemu kalian sekali lagi, di seluruh dunia. Satu dorongan terakhir,” tutupnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.