Kemenkop Berkolaborasi dengan Pertamina Luncurkan PLTS Percontohan di Pulau Sembur

Minggu, 21 Des 2025, 18:15 WIB

JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan, percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Peluncuran percontohan PLTS itu, dilakukan di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam.

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Joko Juliantono mengatakan, PLTS itu akan mendukung penguatan ekonomi masyarakat nelayan berbasis koperasi. Keberadaan PLTS, diharapkan mendukung kegiatan produksi dan pengolahan hasil perikanan unit usaha Koperasi Desa (Kopdes) Galang Baru.

Ket. Foto: — Sumber: Kemenkop

"PLTS berkapasitas 100 kilowatt tersebut menjadi langkah bersejarah bagi masyarakat Pulau Sembur. Selama ini, warga Pulau Sembur belum menikmati akses listrik yang layak," kata Ferry dalam keterangan persnya, di Batam, Sabtu (20/12).

Ferry mengungkapkan, energi PLTS juga dimanfaatkan mendukung operasional pabrik es dan cold storage guna menurunkan biaya operasional. "Sehingga bisa menjaga kualitas hasil tangkapan, meningkatkan nilai tambah produk perikanan masyarakat," ucap Ferry.

Kemenkop, kata Ferry, juga bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan sejumlah kementerian/lembaga terkait. Terutama, dalam menyediakan solusi energi terbarukan di desa-desa terpencil.

"Dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Pembangunan energi terbarukan ditargetkan menjangkau 5.000 desa," ujar Ferry.

Ferry menyebutkan, PLTS Pulau Sembur akan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di daerah terpencil lainnya di Indonesia. Saat ini, telah terbentuk sekitar 82.000 badan hukum desa, dengan 41.000 lokasi siap dibangun infrastrukturnya.

Sementara, Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan kolaborasi ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa khususnya, masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.

“Dengan ketersediaan listrik, koperasi desa dapat mengembangkan fasilitas cold storage dan produksi es. Sehingga meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan,” ujar Simon.

Simon menjelaskan, listrik dari PLTS mampu menyediakan pasokan listrik rumah tangga selama 12 hingga 24 jam. Dan ini lebih lama dibandingkan penggunaan genset diesel yang rata-rata hanya bertahan enam jam.

Selain itu, biaya listrik dari PLTS dinilai lebih efisien karena hanya sekitar sepertiga dari biaya penggunaan diesel. Diketahui sinergi Pertamina dan Kemenkop dalam mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih melalui penyediaan listrik di wilayah terpencil. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.