Pakar: Bantalan Ekonomi Nasional, UMKM Berperan Strategis dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Lapangan Kerja

Kamis, 18 Des 2025, 04:51 WIB

SURABAYA - Bank Dunia (World Bank) baru-baru ini menyatakan bahwa perlu adanya perbaikan kualitas lapangan kerja agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada masyarakat. 

"Meski stabilitas makroekonomi terjaga, tantangan di pasar tenaga kerja masih terus mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) di Jakarta, Selasa (16/13).

Ket. Foto: Guru Besar Manajemen Strategik dan Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Ciputra Surabaya, Murpin Josua Sembiring — Sumber: Istimewa

Menurut dia, indikator pasar tenaga kerja sebenarnya menunjukkan persoalan pada kualitas pekerjaan, terutama bagi kelompok usia muda. Penyerapan tenaga kerja memang meningkat 1,3 persen pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tetapi mayoritas tambahan lapangan kerja tersebut berasal dari sektor-sektor dengan upah rendah.

Menanggapi pernyataan tersebut, Guru Besar Manajemen Strategik dan Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Ciputra Surabaya, Murpin Josua Sembiring, mengatakan, fokus pada kualitas pekerjaan memang penting, namun menjadikannya satu-satunya lensa analisis berisiko menyederhanakan realitas sosial ekonomi Indonesia yang kompleks. 

"Di tengah ketidakpastian global dan pondasi ekonomi domestik, peningkatan penyerapan tenaga kerja meski didominasi sektor berupah rendah tetap berfungsi sebagai penopang stabilitas sosial dan instrumen ketahanan ekonomi bagi jutaan rumah tangga agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan."

Ketua Persatuan Guru Besar Indonesia (DPD PERGUBI) Jawa Timur ini menambahkan, penilaian kualitas kerja yang bertumpu pada indikator upah juga cenderung mengabaikan peran strategis sektor informal dan UMKM. Sektor ini merupakan bantalan utama ekonomi nasional, penyerap tenaga kerja muda, serta ruang transisi menuju mobilitas sosial. 

"Dimensi tersebut sering kali tidak sepenuhnya tertangkap oleh indikator formal lembaga global, termasuk Bank Dunia, sehingga berpotensi menghasilkan pembacaan yang parsial, alih-alih memberi penilaian linear perlu membaca dinamika lokal secara lebih utuh."

"Lebih jauh, persoalan kualitas pekerjaan berkaitan erat dengan kesenjangan keterampilan (skills mismatch) dan lemahnya keterhubungan antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri. Pertumbuhan ekonomi yang menyerap tenaga kerja tetap relevan bahkan krusial sebagai fondasi menuju pekerjaan yang lebih produktif dan bermartabat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas lapangan kerja perlu dipahami sebagai proses bertahap yang sejalan dengan struktur ekonomi nasional, di mana pertumbuhan yang menyerap tenaga kerja tetap krusial sebagai fondasi menuju pekerjaan yang lebih produktif dan bermartabat," tuturnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.