Usai WDCE 2025, KADIN DIY Dorong Perluasan Smart Sanitation di Yogya dan Solo

Rabu, 17 Des 2025, 17:10 WIB

BANGKOK – Rangkaian IWA Water and Development Congress & Exhibition (WDCE) 2025 ditutup dengan rapat koordinasi delegasi Indonesia pada 12 Desember di Bangkok. Pertemuan ini membahas langkah tindak lanjut pengembangan sanitasi di Indonesia, dengan fokus pada Yogyakarta dan Surakarta.

Dalam rapat tersebut, dipaparkan progres kolaborasi antara Pijar Foundation, Gates Foundation, dan Tahrir Foundation bersama KADIN DIY, Pemerintah Kota Surakarta, serta Pura Mangkunegaran. Kolaborasi ini telah merealisasikan pemasangan 10 unit smart sanitation di ruang publik, masing-masing lima unit di Yogyakarta dan Surakarta.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. istimewa

Teknologi smart sanitation ini dirancang untuk mendaur ulang air dari septic tank menjadi air bersih non-konsumsi, seperti untuk penyiraman dan air flush toilet. Wakil Ketua Umum KADIN DIY, Rahadi Saptata Abra, menyatakan dukungan untuk melanjutkan pemasangan hingga 20 unit tambahan, sekaligus memastikan inisiatif tidak berhenti pada tahap awal.

Menurut Rahadi, keberhasilan teknologi tersebut berpotensi memperbaiki kualitas air tanah melalui praktik pengolahan limbah yang lebih baik. Selain itu, implementasi ini dinilai sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait sanitasi layak dan kualitas air bersih.

Sebelumnya, rangkaian pleno WDCE 2025 juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pesan global tentang urgensi sanitasi sebagai fondasi kesehatan publik dan martabat manusia disampaikan oleh UN Special Envoy on Water, Retno L.P. Marsudi, melalui tayangan video. Pesan tersebut menekankan bahwa komitmen global harus diterjemahkan menjadi layanan sanitasi yang nyata dan terukur di tingkat kota.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.