- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polandia Ungkap Janji AS s...
Polandia Ungkap Janji AS soal Respons Militer atas Pelanggaran Rusia
Rabu, 17 Des 2025, 19:05 WIBIstanbul - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kali menjanjikan respons militer apabila Rusia melanggar kesepakatan gencatan senjata, demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran TVP World, Selasa (16/12).
âUntuk pertama kalinya saya mendengar langsung dari para negosiator Amerika bahwa Amerika Serikat akan terlibat dalam jaminan keamanan bagi Ukraina sedemikian rupa sehingga Rusia tidak akan ragu bahwa, jika terjadi pelanggaran gencatan senjata, respons Amerika akan bersifat militer apabila Rusia kembali menyerang Ukraina,â kata Tusk kepada wartawan saat meninggalkan Jerman.
Pernyataan itu disampaikan setelah berlangsungnya perundingan perdamaian di Berlin yang melibatkan perwakilan AS, Ukraina, serta sejumlah negara Eropa.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Senin (15/12), para pemimpin Eropa menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama dengan ASÂ dan Ukraina âuntuk mencapai perdamaian berkelanjutan yang menjaga kedaulatan Ukraina dan keamanan Eropa,â seraya mencatat adanya âkeselarasan yang kuat antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa.â
Tusk menilai terobosan tersebut, meski bukan jaminan keberhasilan, menunjukkan dengan jelas bahwa untuk pertama kalinya AS, Eropa, dan Ukraina berada di pihak yang sama.
Ia menegaskan bahwa satu-satunya peluang untuk mendorong Moskow terlibat dalam perundingan serius mengenai gencatan senjata adalah dengan menyatukan seluruh kekuatan Barat.
âUkraina yang kembali terancam agresi menimbulkan risiko besar bagi Polandia dan negara-negara yang berada dekat dengan garis depan,â kata Tusk, sambil menyerukan perlunya jaminan keamanan.
Ia menyebutkan bahwa pihak ASÂ yakin akan kemampuannya membangun jaminan keamanan yang kuat dengan keterlibatan langsung AS, meskipun mengingatkan bahwa jalan menuju hal tersebut masih panjang.
Tusk juga menegaskan kembali bahwa pasukan Polandia tidak akan terlibat dalam misi penjaga perdamaian apa pun di Ukraina. Ia menyatakan bahwa Polandia akan mendukung Koalisi Negara-Negara yang Bersedia (Coalition of the Willing) melalui cara lain.
âKami sudah sangat jelas dalam hal ini, dan ini bukan karena kurangnya tekad atau keberanian. Polandia memiliki tugas lain. Kami harus mengamankan sisi timur,â ujarnya.
Selain itu, Tusk menambahkan bahwa Polandia tidak akan memberikan tekanan kepada Ukraina untuk membuat konsesi apa pun.
Ia menekankan bahwa keputusan semacam itu harus sepenuhnya didasarkan pada perhitungan dan penilaian rakyat Ukraina mengenai apa yang mereka anggap mungkin dan dapat diterima.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Sambut Ramadan, Pemkot Pariaman Gelar Pesantren Ramadan bagi Pelajar
-
Thunder Kembali ke Jalur Kemenangan
-
Rupiah Melemah 1,35% Sepanjang 2026
-
Kementerian UMKM berlakukan program KUR bunga enam persen
-
Membanggakan, Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an 30 Juz di Libya
-
Selisih Harga Buat Pedagang Bertahan pada Bawang Putih Impor
-
KPK Sebut Tak Perpanjang Pencekalan Fuad Hasan di Kasus Korupsi Kuota Haji karena KUHAP
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.