Inggris akan Bergabung Kembali dengan Program Pertukaran Mahasiswa Erasmus Mulai 2027

Rabu, 17 Des 2025, 20:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah Inggris dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan Inggris bergabung kembali dengan program Erasmus+, salah satu program pertukaran pendidikan paling terkenal di Eropa, mulai tahun akademik 2027/2028. Kesepakatan ini diumumkan setelah negosiasi panjang yang menjadi bagian dari upaya kedua pihak untuk memperbaiki hubungan pasca‑Brexit. 

Program Erasmus+ memberikan peluang bagi mahasiswa, peserta magang, guru, pelatih olahraga, dan pelajar dewasa untuk belajar atau melakukan pengalaman kerja di negara Uni Eropa tanpa biaya kuliah ekstra, serta memungkinkan warga Uni Eropa datang ke Inggris dengan fasilitas serupa. 

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

Inisiatif ini merupakan perubahan besar dari keputusan sebelumnya saat Inggris keluar dari Uni Eropa dan program Erasmus pada 2020, yang dilakukan oleh pemerintahan Boris Johnson dengan alasan program itu tidak memberikan nilai yang sepadan. 

Sebagai bagian dari kesepakatan, Inggris akan menyumbang sekitar £570 juta (sekitar setara dengan puluhan triliun rupiah) pada tahun pertama keanggotaannya kembali, meskipun dengan diskon sekitar 30% pada biaya partisipasi awal yang dinegosiasikan oleh pemerintah Inggris. 

Lebih dari 100.000 pelajar dan peserta pendidikan diperkirakan akan mendapat manfaat dari program ini pada tahun pertama bergabung kembali, dengan peluang studi di universitas‑universitas di Eropa atau mengikuti pelatihan profesional. 

Selain pertukaran mahasiswa, perjanjian ini juga mencakup peluang magang kerja di perusahaan Eropa serta kesempatan untuk guru dan pelatih olahraga mengikuti pertukaran ke luar negeri, memperluas manfaat Erasmus+ di luar pendidikan formal. 

Kesepakatan ini dianggap sebagai bagian dari reset hubungan antara Inggris dan Uni Eropa, yang sebelumnya sempat mengalami ketegangan dalam negosiasi terkait pasar listrik, kesepakatan perdagangan makanan dan minuman, serta integrasi pasar karbon. 

Para pejabat pemerintah Inggris, termasuk Menteri Hubungan Uni Eropa Nick Thomas‑Symonds, menyatakan bahwa rejoining Erasmus+ adalah kemenangan besar bagi generasi muda di Inggris dan akan membantu memperluas cakrawala pendidikan serta keterampilan lintas benua. 

Program Erasmus+ telah berjalan sejak 1987 dan dikenal sebagai program yang memfasilitasi mobilitas pelajar di seluruh Eropa. Kembalinya Inggris ke program itu dipandang sebagai momen penting dalam upaya memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya antara Inggris dengan negara‑negara Uni Eropa setelah keluarnya dari blok tersebut. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.