Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terkoreksi Tipis, Pasar Cerna Kebijakan BI Tahan Bunga Acuan

📅 Rabu, 17 Des 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terkoreksi Tipis, Pasar Cerna Kebijakan BI Tahan Bunga Acuan Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan IHSG mencerminkan respons pasar yang cenderung berhati-hati setelah Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan.

Keputusan tersebut dinilai belum memberikan katalis baru bagi pasar saham, terutama di tengah ekspektasi sebagian pelaku pasar terhadap sinyal pelonggaran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan.

Akibatnya, aksi ambil untung dan pergeseran portofolio ke aset yang lebih defensif membebani pergerakan indeks.

Di sisi lain, penahanan suku bunga juga dibaca sebagai upaya BI menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi di tengah ketidakpastian global.

Meski berdampak positif bagi stabilitas makro, pendekatan ini dalam jangka pendek membatasi sentimen positif di pasar ekuitas.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,12 poin atau 0,11 persen ke level 8.677,35 pada perdagangan Rabu (17/12).

Pergerakan IHSG cenderung sideways dengan rentang yang sempit, seiring sikap pelaku pasar yang masih mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya.

"IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi di kisaran 8.600-8.750," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam keterangannya di Jakarta.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ditutup turun 1,75 poin atau 0,21 persen ke posisi 852,57.

Seperti telah diperkirakan pasar, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI kembali menahan BI Rate di level 4,75 persen.

Suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility dipertahankan di level 5,5 persen.

Keputusan tersebut diambil sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mendorong perekonomian nasional.

"Meskipun demikian BI masih membuka peluang penurunan suku bunga ke depannya dengan mencermati data inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi," ujar Ratna.

Dari sisi fundamental domestik, data menunjukkan pertumbuhan kredit berakselerasi menjadi 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November 2025, meningkat dari 7,36 persen pada Oktober 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.