Pegadaian Area Sorong Catat Capaian OSL Rp1,87 Triliun Sepanjang 2025
Selasa, 16 Des 2025, 10:05 WIBSORONG â PT Pegadaian Area Sorong mencatat pencapaian out standing loan (OSL) per 14 Desember 2025 sebesar Rp1,87 triliun dengan pertumbuhan Rp697 miliar atau 57,07 persen secara year to date (YTD).
Deputi Bisnis Pegadaian Area Sorong, Ahmad Fadly Sanjaya, di Sorong, Selasa (16/12), mengatakan pencapaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Area Sorong.
Menurut dia, secara nasional, pertumbuhan YTD Pegadaian Area Sorong berada di peringkat tiga nasional, tepat di bawah Area Banjarmasin dengan pertumbuhan 73,91 persen dan Area Tanjung Priok sebesar 60,97 persen.
âIni pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi terhadap Pegadaian di wilayah kerja kami,â ujar Ahmad Fadly.
Dari sisi produk, kinerja gross all product menunjukkan tren pertumbuhan positif. OSL produk gadai tumbuh signifikan hingga 69,69 persen, mendekati angka 70 persen. Sementara itu, OSL gross non-gadai mengalami sedikit penurunan, namun masih dalam batas yang wajar.
Adapun omzet transaksi Pegadaian Area Sorong tercatat stabil di kisaran Rp500 miliar per bulan, dengan total omzet dari Januari hingga 14 Desember 2025 mencapai sekitar Rp5,2 triliun.
âIni bukti nyata bahwa masyarakat di Area Sorong sangat mempercayai Pegadaian sebagai lembaga keuangan untuk bertransaksi dan berinvestasi,â katanya.
Pegadaian Area Sorong sendiri membawahi wilayah kerja yang sangat luas, mencakup tiga provinsi sekaligus, yakni Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah yang di dalamnya terdapat tujuh kantor cabang dengan total 44 outlet pelayanan, termasuk enam unit colocation yang terintegrasi dengan layanan perbankan.
Di Papua Barat Daya, Pegadaian memiliki tiga cabang utama yang berlokasi di Kota Sorong, yakni Cabang Boswesen, CPS Klademak (Syariah), serta Cabang Sorong di kawasan Remu. Sementara itu, wilayah Papua Tengah dilayani oleh Cabang Nabire dan Cabang Timika, sedangkan Papua Barat mencakup Cabang Manokwari dan Cabang Fakfak.
"Tingginya transaksi menunjukkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pegadaian yang tersebar di tiga provinsi," ujarnya.
Dari sisi nasabah, kata dia, Pegadaian Area Sorong mencatat pertumbuhan 87.569 nasabah, dengan penambahan nasabah aktif tahunan mencapai 188.658 orang.
Kemudian, hingga 14 Desember 2025, laba Pegadaian Area Sorong mencapai Rp228,3 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp180 miliar atau lebih dari 120 persen.
"Capaian ini menjadikan Area Sorong sebagai penyumbang laba tertinggi Pegadaian di seluruh Indonesia," katanya.
Selain produk gadai, tren investasi emas juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 14 Desember 2025, Pegadaian Area Sorong telah merealisasikan penjualan logam mulia 24 karat, baik Antam maupun non-Antam, sebesar 177.274 gram atau setara 177,2 kilogram.
âKhusus pada Oktober 2025, penjualan logam mulia mencapai sekitar 36 kilogram di seluruh wilayah Area Sorong,â ungkap Ahmad Fadly.
Ia menegaskan, tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas menjadi indikator kuat bahwa Pegadaian semakin dipercaya sebagai mitra keuangan dan investasi yang aman, khususnya bagi masyarakat di Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
- Pegadaian Area Sorong
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.