- Home
-
- Luar Negeri
-
- Thailand Tak Gentar Lawan ...
Thailand Tak Gentar Lawan Kamboja, Trump Klaim Gencatan Senjata Malah Dibantah Keras
Minggu, 14 Des 2025, 18:45 WIBJUDUL
META DESCRIPTION
ISI BERITA (DATELINE JAKARTA)
JAKARTA â Pemerintah Thailand menegaskan tidak akan menghentikan operasi militernya terhadap Kamboja meski mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah tercapai gencatan senjata. Bangkok menyebut klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan yang masih dipenuhi ketegangan.
Pernyataan tegas itu disampaikan setelah Trump mengatakan bahwa pihak-pihak yang bertikai telah sepakat menurunkan eskalasi konflik di wilayah perbatasan. Namun otoritas Thailand menilai situasi keamanan justru masih rawan dan membutuhkan respons militer berkelanjutan.
Perdana Menteri Thailand menyatakan bahwa negaranya tetap siaga menghadapi ancaman yang datang dari wilayah perbatasan dengan Kamboja. Ia menegaskan bahwa keselamatan nasional tidak bisa digantungkan pada klaim sepihak dari luar kawasan.
âThailand akan terus mempertahankan kedaulatan dan tidak akan berhenti hanya karena pernyataan politik,â kata seorang pejabat senior pemerintah Thailand. Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan militer diambil berdasarkan laporan lapangan, bukan narasi internasional.
Konflik perbatasan Thailand-Kamboja kembali memanas setelah terjadi bentrokan bersenjata di sejumlah titik sensitif. Kedua negara saling menuding sebagai pihak yang memicu eskalasi dan melanggar kesepakatan sebelumnya.
Militer Thailand mengklaim bahwa pasukan Kamboja masih melakukan pergerakan yang dianggap mengancam wilayahnya. Kondisi ini membuat Bangkok menilai gencatan senjata belum benar-benar ada dalam praktik.
âKami melihat aktivitas militer yang jelas dan itu bukan tanda perdamaian,â ujar seorang juru bicara militer Thailand. Ia menambahkan bahwa pasukan Thailand akan terus berjaga dan siap bertindak jika diperlukan.
Di sisi lain, klaim Trump soal gencatan senjata memicu kebingungan di kalangan pengamat regional. Banyak pihak mempertanyakan dasar informasi yang digunakan Trump hingga berani menyatakan konflik telah mereda.
Trump sebelumnya menyebut bahwa upaya diplomatik tidak resmi telah menghasilkan kesepakatan untuk menahan diri. Namun tidak ada konfirmasi resmi dari Thailand maupun Kamboja yang mendukung pernyataan tersebut.
Pemerintah Kamboja sendiri belum memberikan pernyataan rinci terkait klaim gencatan senjata itu. Phnom Penh hanya menyebut bahwa mereka tetap berkomitmen menjaga stabilitas, sambil menuding Thailand sebagai pihak yang agresif.
Ketegangan ini membuat kawasan perbatasan kembali menjadi sorotan internasional. Sejumlah negara menyerukan dialog damai dan meminta kedua pihak menahan diri demi mencegah konflik meluas.
Para analis menilai konflik Thailand-Kamboja kerap dipicu oleh persoalan lama terkait batas wilayah dan sentimen nasionalisme. Setiap pernyataan politik dari luar kawasan dinilai berpotensi memperkeruh situasi jika tidak didukung fakta lapangan.
Bagi Thailand, menjaga posisi tegas dianggap penting untuk mencegah preseden buruk di wilayah perbatasan. Pemerintah menilai sikap lunak justru bisa dimanfaatkan pihak lawan untuk memperluas tekanan.
Situasi ini juga berdampak pada warga sipil di sekitar perbatasan yang hidup dalam ketidakpastian. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu akibat peningkatan kehadiran militer.
Meski tekanan internasional terus datang, Thailand menegaskan bahwa keputusan keamanan tetap berada di tangan pemerintah dan militer nasional. Bangkok menilai stabilitas jangka panjang hanya bisa dicapai jika ancaman benar-benar dihilangkan.
Konflik yang terus berlangsung ini menunjukkan betapa rapuhnya klaim gencatan senjata tanpa mekanisme resmi dan pengawasan bersama. Hingga kini, perbatasan Thailand-Kamboja masih berada dalam status siaga tinggi.
TAGS
Thailand, Kamboja, konflik perbatasan, Donald Trump, gencatan senjata, Asia Tenggara, militer Thailand, ketegangan regional
- Donald Trump
- Kamboja
- Gencatan Senjata
- Konflik Perbatasan
- Thailand
- Konflik Thailand-Kamboja
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.