- Home
-
- Luar Negeri
-
- Raja Charles III Sampaikan...
Raja Charles III Sampaikan Kabar Baik Soal Pengobatan Kankernya
Sabtu, 13 Des 2025, 09:23 WIBLONDON - Raja Charles III dari Inggris, pada hari Jumat (12/12) mengungkapkan "kabar baik" bahwa perawatan kankernya akan dikurangi tahun depan.
Dalam sebuah "pesan pribadi" yang jarang terjadi, yang direkam untuk kampanye penggalangan dana tahunan di televisi untuk penelitian kanker, raja juga mendesak warga Inggris untuk memanfaatkan program penapisan (screening) yang ada di Inggris.
"Hari ini saya dapat berbagi kabar baik dengan Anda bahwa berkat diagnosis dini, intervensi yang efektif, dan kepatuhan terhadap 'perintah dokter', jadwal pengobatan kanker saya sendiri dapat dikurangi di tahun baru," kata Charles.
Raja berusia 77 tahun itu mengumumkan pada Februari 2024 bahwa ia telah didiagnosis mengidap jenis kanker yang tidak diungkapkan pada bulan sebelumnya.
"Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa diagnosis kanker bisa terasa sangat berat," akui raja dalam pesan videonya yang ditayangkan di televisi Channel 4 sebagai bagian dari kampanye nasional Stand Up To Cancer.
"Namun saya juga tahu bahwa deteksi dini adalah kunci yang dapat mengubah perjalanan pengobatan, memberikan waktu yang sangat berharga bagi tim medis â dan, bagi pasien mereka, hadiah berharga berupa harapan."
Charles tidak mengungkapkan jenis kanker apa yang sedang ia derita, dan juga tidak merinci jenis pengobatan apa yang ia terima.
Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa "pemeriksaan skrining kanker dini menyelamatkan nyawa".
Dia menambahkan bahwa atas nama seluruh negeri, dia "senang" perawatan Raja Charles akan dikurangi di tahun baru.
Raja mengatakan sangat prihatin mengetahui bahwa "sembilan juta orang di Inggris tidak mengikuti pemeriksaan skrining kanker yang tersedia bagi mereka".
"Itu berarti setidaknya sembilan juta kesempatan untuk diagnosis dini terlewatkan," tegasnya. Namun, Ia juga memuji "kemajuan" dalam pengobatan dan perawatan kanker.
Dia menyoroti bagaimana ketika "kanker usus terdeteksi pada stadium paling awal, sekitar sembilan dari 10 orang bertahan hidup setidaknya selama lima tahun. Jika didiagnosis terlambat, angka itu turun menjadi hanya satu dari 10".
Sumber-sumber kerajaan mengatakan tidak seharusnya diasumsikan bahwa raja sedang menjalani perawatan untuk kanker usus.
Kesediaan raja untuk membicarakan penyakitnya merupakan perubahan yang mencolok dari masa pemerintahan ibunya, mendiang Ratu Elizabeth II, yang kesehatannya selama beberapa dekade dirahasiakan dengan ketat.
Penggalangan dana dan tantangan selebriti telah berlangsung sepanjang minggu menjelang acara hari Jumat.
Stand Up To Cancer menyatakan bahwa hingga saat ini mereka telah mengumpulkan lebih dari £113 juta ($151 juta) untuk membantu penelitian terhadap lebih dari 20 jenis kanker yang berbeda.
Yang Terbaik dari Umat Manusia
Kanker Charles terdeteksi pada Januari 2024 saat menjalani perawatan untuk kondisi prostat jinak yang sebelumnya telah dioperasi. Pihak istana menyatakan raja tidak menderita kanker prostat.Â
Hanya enam minggu setelah Charles mengumumkan diagnosisnya, menantunya Catherine, Putri Wales, mengungkapkan bahwa ia juga mengidap kanker dan telah memulai kemoterapi. Ibu dari tiga anak kecil ini juga tidak pernah membahas jenis kanker apa yang dideritanya.
Pada bulan Januari, sang putri, yang juga dikenal sebagai Kate, mengumumkan bahwa ia telah sembuh dan bebas dari kanker, setelah apa yang diakui oleh suaminya, pewaris takhta Pangeran William, sebagai tahun yang "brutal" dan "terberat" dalam hidupnya.
Raja menangguhkan tugas-tugas publiknya selama beberapa minggu sebelum melanjutkannya kembali pada bulan April 2024.
Ia telah meningkatkan aktivitasnya selama setahun terakhir, melakukan banyak perjalanan keliling Inggris, menjamu para pemimpin dunia seperti Presiden AS Donald Trump, dan mengunjungi tempat-tempat seperti Kanada dan Vatikan.
Ia sempat dirawat di rumah sakit pada bulan Maret setelah mengalami "efek samping" dari pengobatan kanker yang sedang dijalani.
Dalam pesan tertulis yang jujur ââselama resepsi pada bulan April di Istana Buckingham untuk para pegiat kanker, raja mengakui bahwa setiap diagnosis kanker adalah "menakutkan dan terkadang mengerikan".
"Namun, sebagai salah satu dari statistik tersebut, saya dapat memastikan bahwa itu juga bisa menjadi pengalaman yang menyoroti sisi terbaik dari kemanusiaan," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Liga Inggris: Dua Gol Gyokeres Bawa Arsenal Unggul Sembilan Poin di Puncak Klasemen, Manchester United Menang atas Tottenham
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
Raja Charles Kunjungi AS Pekan Depan di Tengah Memburuknya Hubungan Politik di Bawah Pemerintahan Trump
-
Dari ART ke Tenaga Terampil, Menteri Mukhtarudin dan KDM Siapkan Strategi Baru bagi PMI Asal Jabar
-
Suntik Teknologi ke Sumur Tua, Pemerintah Genjot Produksi Migas
-
Trump dan Raja Charles Saling Memuji Hubungan Istimewa AS-Inggris
-
Cegah Narkoba, Pemprov Jawa Timur Deklarasikan Desa Bersinar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.