Jakarta Festive Wonders 2025 Resmi Dibuka, Siap Dongkrak Belanja dan Dekorasi Mal

Sabtu, 13 Des 2025, 13:05 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Jakarta Festive Wonders 2025 yang digelar di Senayan City, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/12). Kegiatan ini menjadi ajang lomba digitalisasi transaksi dan dekorasi pusat perbelanjaan serta hotel yang berlangsung mulai 13 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Jakarta Festive Wonders 2025 dirancang sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong pergerakan ekonomi menjelang akhir tahun. Event ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memacu inovasi pengelola pusat belanja dan perhotelan di Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat perekonomian daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi ibu kota.

"Pemprov DKI terus berkomitmen memperkuat perekonomian melalui kolaborasi dan langkah strategis di berbagai sektor," ujar Pramono Anung. 

Ia menyebut Jakarta Festive Wonders diproyeksikan mampu mendorong konsumsi sekaligus mempercepat inovasi di sektor ritel dan perhotelan.

Pelaksanaan Jakarta Festive Wonders 2025 melibatkan banyak pemangku kepentingan strategis. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Bank Indonesia DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, serta sejumlah asosiasi pelaku usaha.

Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Jakarta Hotel Association, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Kolaborasi ini mencerminkan upaya bersama dalam menggerakkan ekonomi kota secara lebih masif.

Pendaftaran lomba Jakarta Festive Wonders 2025 dibuka pada 10 hingga 19 Desember 2025. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025 terkait pengurangan dan pembebasan pajak reklame.

Kebijakan tersebut memberikan insentif berupa pembebasan pajak reklame untuk kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) selama periode acara. Dengan kebijakan ini, reklame yang berkaitan dengan Jakarta Festive Wonders dapat ditayangkan tanpa pungutan pajak.

"Lomba ini diikuti sekitar 300 hotel dan 101 pusat perbelanjaan," kata Pramono Anung.

Ia menegaskan bahwa tenant juga dipersilakan ikut berpartisipasi sepanjang kegiatan mampu menarik lebih banyak pengunjung ke Jakarta.

Gubernur Pramono menekankan bahwa insentif perpajakan diberikan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah. Menurutnya, tujuan utama dari lomba ini adalah menciptakan perputaran ekonomi yang lebih kuat di pusat-pusat aktivitas belanja dan wisata kota.

"Yang penting, kegiatan ini harus mampu menarik lebih banyak orang datang ke Jakarta untuk berbelanja dan meramaikan pusat perbelanjaan," ujar Pramono Anung.

Ia menambahkan bahwa Pemprov DKI akan memberikan insentif perpajakan bagi seluruh peserta lomba.

Selain untuk memeriahkan suasana Natal dan Tahun Baru, Jakarta Festive Wonders 2025 juga diarahkan sebagai instrumen pengendalian inflasi. Gubernur Pramono menyebut stabilitas harga menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah tingginya aktivitas konsumsi akhir tahun.

Hingga November 2025, inflasi Jakarta tercatat sebesar 2,27 persen. Angka tersebut diproyeksikan berada di kisaran 2,6 hingga 2,7 persen hingga akhir tahun dan masih berada dalam target inflasi nasional.

Pramono juga memaparkan kinerja ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif sebagai pusat ekonomi nasional. Jakarta tercatat menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 4,96 persen secara tahunan. Sektor pariwisata dan gaya hidup kota turut mengalami pertumbuhan signifikan dalam periode tersebut.

Sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman tercatat tumbuh sebesar 9,55 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi berbasis konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta menunjukkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Oktober 2025 mencapai 57,69 persen. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk hotel nonbintang, tingkat penghunian kamar berada di angka 42,36 persen. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu hotel tercatat 1,56 malam untuk hotel berbintang dan 1,368 malam untuk hotel nonbintang.

Jakarta saat ini memiliki 102 pusat perbelanjaan dengan tingkat okupansi mencapai 96 persen. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di ibu kota berhasil ditekan hingga 6,05 persen.

"Hal ini menunjukkan Jakarta benar-benar masih menjadi tumpuan harapan di Indonesia," ucap Pramono Anung. 

Ia menegaskan bahwa lomba dekorasi Natal ini diharapkan menjaga momentum ekonomi sekaligus menghadirkan suasana akhir tahun yang meriah.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.