Di Sela Gelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan, Siti Fauziah Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

Sabtu, 13 Des 2025, 19:33 WIB

SUMEDANG - Dalam rangkaian Festival Cut Nyak Dien "Nada dan Doa, Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia" kolaborasi MPR RI dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, berziarah ke makam Cut Nyak Dien di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12). 
Siti Fauziah didampingi Sekretaris Daerah Pemkab Sumedang, Tuti Ruswati.

Sebelum memanjatkan doa di hadapan makam Cut Nyak Dien, Siti Fauziah mendapat penjelasan dari penjaga makam atau juru kunci makam Cut Nyak Dien tentang sejarah Pahlawan Nasional wanita kelahiran Aceh itu hingga dimakamkan di Sumedang. Cut Nyak Dien adalah pahlawan nasional yang dilahirkan di Aceh tahun 1848. 

Ket. Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, berziarah ke makam Cut Nyak Dien di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12). — Sumber: istimewa

Selama hidupnya Cut Nyak Dien berjuang di samping suaminya, Teuku Umar, ikut bergerilya keluar masuk hutan melawan penjajahan Belanda di Aceh. Setelah suaminya wafat, Cut Nyak Dien meneruskan perjuangan hingga ditawan Belanda pada 6 November 1905. 

Pada tahun 1906, Cut Nyak Dien dalam kondisi buta dan sakit-sakitan diasingkan (dibuang) ke Sumedang (Jawa Barat). Belanda menyerahkan kepada Pangeran Aria Soeryaatmadja (Bupati Sumedang). Karena hanya bisa berbahasa Aceh dan Arab, Bupati Sumedang memanggil Imam Besar Masjid Agung Sumedang K.H. Sanusi. 

Cut Nyak Dien kemudian dirawat di rumah KH Sanusi. Kebutuhan sehari-hari dan kesehatan diperhatikan, khususnya oleh cucunya KH Sanusi, Siti Hodijah. Kanjeng Aria Soeryaatmadja kemudian memberi gelar "Ibu Ratu" kepada Cut Nyak Dien. Selama di rumah K.H Sanusi, Cut Nyak Dien mengajar ilmu agama dan mengaji kepada anak-anak dan masyarakat sekitar. 

Setelah K.H. Sanusi wafat tahun 1907,  perawatan Cut Nyak Dien diteruskan oleh putranya H. Hoesna. Kesehatan Cut Nyak Dien semakin menurun hingga wafat pada usia 60 tahun pada 6 November 1908 dan dimakamkan di pemakaman keluarga K.H. Sanusi.

Usai berziarah, Siti Fauziah mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan Cut Nyak Dien yang sangat keras melawan penjajah Belanda. "Kita, para wanita dan srikandi ini sangat bangga terhadap perjuangan Cut Nyak Dien. Dengan ziarah ini kita mengenang beliau. Cut Nyak Dien adalah panutan bagi kita dalam menjalankan keseharian kita," katanya.

Siti Fauziah menyebutkan Sumedang menjadi kawasan yang membanggakan karena ada makam Cut Nyak Dien. "Sumedang menjadi daerah yang dipilih Cut Nyak Dien, dan ini merupakan satu kebanggaan," ujarnya.

Usai berziarah, Siti Fauziah menyaksikan gelar "Ekosistem Budaya Kasumedangan" di Mini Amphitheater Geo Theater Rancakalong. Ekosistem Budaya Kasumedangan ini menampilkan ragam kesenian tradisional Sumedang. Pagelaran disaksikan para pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Sumedang.

Dalam pesannya Siti Fauziah mengatakan Ekosistem Budaya Kasumedangan merupakan forum untuk melestarikan budaya daerah Sumedang. "Gelar kesenian tradisional Sumedang ini bisa menginspirasi supaya bisa lebih memperkenalkan budaya daerah Sumedang," kata wanita pertama yang menjadi Sekretaris Jenderal MPR ini.

Siti Fauziah menekankan pentingnya melestarikan budaya. "Panggungnya sudah ada, dan jangan disia-siakan," pungkasnya

  • Ziarah
  • Siti Fauziah
  • Makam Cut Nyak Dhien
  • Gelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Bikin Haru! Senyum Anak-Anak Lanny Jaya Pecah Saat Rayakan Kemerdekaan Bareng TNI!

Padang Pariaman Ubah Pola Tani, Agroekologi Jadi Senjata Kedaulatan Pangan

Cuci Gudang Skuad Raksasa! Ini Rekap Transfer Gila-Gilaan La Liga 2026/2027!

Libatkan Mama-Mama Arfak, Warmare Bersiap Jadi Kampung Dodol Matoa Pertama Papua Barat

Profil Kombes Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI

Raup Omzet Belasan Juta! UMKM Banjir Cuan di Pesta Rakyat Monas

HUT Ke-81 RI, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto Ajak Warga Jaga Persatuan

Magnet Perhatian, Arumi Bachsin Dandani Emil Dardak Busana Dayak Kenyah Demi Meriahkan Hari Kemerdekaan

Koops TNI Habema Hadirkan Kampung Hitadipa Damai, Teguhkan Semangat Kemerdekaan di Papua.

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Festival Perahu Bidar Palembang Tarik Ribuan Pengunjung

100 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di Upacara HUT Ke-81 RI Istana Merdeka

Aksi Spektakuler 170 Taruna Akpol Pukau Istana Merdeka di Kirab Bendera Pusaka!

Bupati Aceh Barat Larang Tenaga Medis Live TikTok Saat Jam Pelayanan

Kado Kemerdekaan! 390 Napi Lapas Tulungagung Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas!

BI Buka Babak Baru, Kartu Kredit Indonesia Kini Bidik Masyarakat Umum

Cuaca Ekstrem Guncang Filipina, 23 Warga Tewas

Sambut HUT Ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Salurkan 104 Perangkat Starlink ke Pelosok

BI Bebaskan MDR QRIS UMKM Mulai Oktober

Presiden Prabowo Minta Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI Menghadap

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.