Sangat Tinggi, Indeks Pembangunan Manusia Kota Madiun Tahun 2025 Capai 85,12

Jumat, 12 Des 2025, 20:05 WIB

MADIUN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah itu tahun 2025 mencapai 85,12 dan masuk dalam kategori sangat tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur Abdul Azis di Madiun, Jumat (12/12), mengatakan capaian IPM tahun 2025 sebesar 85,12 tersebut naik 0,72 poin dari IPM tahun sebelumnya, yakni 84,51 untuk IPM tahun 2024.

Ket. Foto: Lansia melakukan senam kesehatan. — Sumber: antara foto

"Peningkatan IPM 2025 ini tentu didorong oleh peningkatan pada semua indikator pembentuknya," ujarnya.

Menurutnya, IPM dibentuk oleh tiga faktor, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Untuk pendidikan terdapat dua indikator, yakni harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

Untuk tahun 2025, harapan lama sekolah di Kota Madiun mencapai 14,55 tahun. Sementara untuk rata-rata lama sekolah mencapai 12,12 tahun. Artinya, anak-anak di Kota Madiun memiliki harapan sekolah sampai jenjang perkuliahan dengan rata-rata lama sekolah sampai di tingkat menengah atas.

Sedangkan untuk kesehatan indikatornya adalah usia harapan hidup (UHH) yang mencapai 76,11 tahun. Artinya, setiap bayi yang lahir memiliki umur harapan hidup sampai 76 tahun lebih. UHH ini juga tumbuh 0,44 tahun atau 0,58 persen dibanding tahun lalu.

Terakhir, ada faktor ekonomi dengan indikator pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Kota Madiun mencapai Rp18,173 juta per tahun. Ini juga meningkat Rp655 ribu dibanding 2024.

"Artinya, estimasi nilai rata-rata uang yang dibelanjakan oleh setiap individu di Kota Madiun dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi (baik makanan maupun non-makanan) sebesar Rp18 juta lebih," katanya.

Meningkatkan IPM tentu tak lepas dari peran pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sementara peningkatan IPM memang menjadi skala prioritas yang dilakukan Pemkot Madiun.

Adapun IPM dikategorikan sangat tinggi adalah apabila kabupaten/kota memiliki nilai IPM lebih dari 80 poin.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.