Gunungkidul Mulai Pasang Stiker Keluarga Miskin untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Kamis, 11 Des 2025, 11:30 WIB

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperkenalkan mekanisme baru dalam penanganan kemiskinan melalui pemasangan stiker bagi keluarga miskin prasejahtera penerima bantuan sosial. Langkah ini diluncurkan pada Kamis (11/12/2025) di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk, sebagai upaya memperjelas identifikasi warga yang berhak menerima bantuan dan memastikan program penanganan kemiskinan berjalan tepat sasaran.

Plt Kepala Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Markus Tri Munarja, menjelaskan bahwa pemberian tanda bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi bagian dari strategi peningkatan akuntabilitas dan transparansi data sosial. “Tujuan pemasangan stiker adalah untuk memberikan jaminan memadai bahwa KPM penerima bantuan tepat sasaran, meningkatkan kejelasan informasi publik, serta akuntabilitas pelaksanaan bantuan sosial,” ujar Markus.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Gunungkidul

Markus menegaskan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada surat edaran Bupati nomor 67 tahun 2025. Ia menyebut stiker sebagai instrumen identifikasi lapangan yang membantu petugas menilai kondisi KPM secara lebih akurat. “Pemasangan stiker ini adalah salah satu metode identifikasi masalah dan memberikan kejelasan titik asesmen KPM dalam rangka ketepatan sasaran,” jelasnya.

Program ini dikerjakan serentak di seluruh kapanewon dengan pelibatan Forkopimda, Panewu, Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat kalurahan, hingga RT dan RW. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pemasangan stiker bagi 65 KPM per kelurahan atau sekitar 9.360 keluarga di seluruh Gunungkidul.

Selain penandaan rumah warga, pemerintah juga menyertakan intervensi lain, seperti bantuan bedah rumah bagi tujuh keluarga miskin ekstrem. Setiap unit rumah mendapat alokasi Rp 50 juta, dan pembangunan dilakukan penuh oleh pemerintah karena keluarga sasaran tidak memiliki kemampuan swadaya.

Markus menambahkan bahwa pengawasan atas pemasangan stiker dilakukan bersama-sama oleh unsur pemerintah desa dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari budaya pemerintahan yang baik agar penanganan kemiskinan lebih terarah. “Pemantauan dan pengawasan pemasangan stiker menjadi tanggung jawab bersama Lurah, SDM MPKH, Babinsa, Babinkamtibmas, Dukuh, RT, RW, dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengingatkan pentingnya penataan data agar bantuan sosial tidak salah sasaran. “Kegiatan ini diilhami oleh banyaknya keluhan warga yang merasa miskin tetapi tidak menerima bantuan, sehingga perlu dipastikan bantuan tepat sasaran dan warga mengetahui status penerima bantuan mereka,” kata Endah.

Bupati Endah juga menyoroti penyalahgunaan bantuan sosial yang berujung pada penghentian sejumlah penerima dari pemerintah pusat. “Dan Gunungkidul bagian yang paling besar bahwa penerima bantuan sosial itu paling banyak digunakan untuk judi online,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut termasuk bentuk korupsi dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Endah juga mengingatkan bahwa penerima bantuan yang menolak pemasangan stiker atau mencopotnya akan dianggap mengundurkan diri dari program. “Jika ditempel kemudian dilepas karena merasa malu maka dianggap yang bersangkutan mengundurkan diri,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Gunungkidul menekankan pentingnya kerja kolektif dan edukasi masyarakat dalam menekan angka kemiskinan. Ia menyampaikan bahwa kemiskinan perlu ditanggulangi melalui pendampingan, perubahan perilaku, dan peningkatan kapasitas keluarga miskin agar tidak bergantung pada bantuan semata.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.