Thailand Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Kamboja

Selasa, 09 Des 2025, 01:00 WIB

BANGKOK - Thailand melancarkan serangan udara terhadap Kamboja pada Senin (8/12), dengan kedua pihak saling menyalahkan atas pertempuran baru di perbatasan sengketa yang telah menewaskan empat warga sipil Kamboja dan seorang tentara Thailand.

Dikutip dari Channel NewsAsia, sekitar 35.000 orang di Thailand telah dievakuasi dari wilayah perbatasan, menurut pernyataan dari Komando Wilayah II Angkatan Darat Thailand.

Ket. Foto: Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra. — Sumber: Neth Pheaktra

Lima hari pertempuran antara Thailand dan Kamboja awal tahun ini menewaskan 43 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan sebelum gencatan senjata diberlakukan.

Namun bulan lalu, Thailand menghentikan kesepakatan lanjutan yang didukung oleh Presiden AS Donald Trump untuk meredakan ketegangan, setelah sebuah ledakan ranjau darat di perbatasan melukai beberapa tentara.

Sejak saat itu, pejabat Kamboja dan Thailand melaporkan baku tembak sporadis di sepanjang perbatasan mereka, yang kembali memanas pada Minggu dan Senin.

Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra mengatakan bahwa “setidaknya empat warga sipil Kamboja tewas dalam serangan Thailand” pada Senin, termasuk seorang perempuan yang meninggal ketika sebuah peluru menghantam wilayah di provinsi Preah Vihear.

Tiga korban lainnya tewas akibat penembakan artileri di Oddar Meanchey, dan lebih dari 10 warga sipil terluka, ujar Neth Pheaktra.

Menurut Neth Pheaktra, setidaknya 1.157 keluarga telah dievakuasi ke lokasi yang aman hanya di wilayah Oddar Meanchey.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan bahwa pasukan Thailand melancarkan serangan terhadap pasukan Kamboja di provinsi perbatasan Preah Vihear dan Oddar Meanchey pada Senin pagi, seraya menambahkan bahwa Phnom Penh tidak melakukan serangan balasan.

Ia menuduh Thailand “melepaskan tembakan berkali-kali dengan tank ke arah kuil Tamone Thom” dan wilayah lain di dekat kuil Preah Vihear.

Tujuan Militer

Kedua pihak melaporkan baku tembak singkat pada Minggu, yang menurut militer Thailand menyebabkan dua tentaranya terluka.

Namun pertempuran meningkat pada Senin pagi. Juru bicara Angkatan Darat Thailand Winthai Suvaree mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa seorang prajurit tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan pasukan Kamboja dekat perbatasan.

Ia mengatakan Thailand melancarkan serangan udara terhadap negara tetangga sebagai tindakan bela diri.

“Kekuatan udara Thailand digunakan hanya terhadap target-target militer Kamboja, yang memungkinkan kerusakan dapat dibatasi dan menghentikan tembakan balasan Kamboja yang menyebabkan korban di pihak Thailand,” kata Winthai.

Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata mengatakan bahwa pasukan Thailand telah menyerang pasukan Kamboja di Preah Vihear dan Oddar Meanchey pada Senin pagi, menuduh Thailand “melepaskan tembakan berkali-kali dengan tank ke arah kuil Tamone Thom” dan area lain dekat kuil Preah Vihear.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.