Sri Sultan Sambut Kunjungan Silaturahmi PM Timor Leste Xanana Gusmao di Yogyakarta

Selasa, 09 Des 2025, 17:10 WIB

YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan silaturahmi Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (08/12). Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Xanana untuk berbincang langsung dengan Sri Sultan sekaligus mempelajari sejarah dan keistimewaan Yogyakarta yang selama ini menarik perhatiannya.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran beliau. Saya kira, dalam kesempatan ini kita sama-sama belajar juga untuk bisa memahami kondisi antarbangsa, antarnegara untuk bisa lebih saling menghargai,” tutur Sri Sultan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemda DIY

Walaupun belum terjalin hubungan kerja sama formal antara DIY dan Timor Leste, Sri Sultan menekankan pentingnya hubungan baik, terutama karena banyak generasi muda Timor Leste yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. “Harapan saya, bagaimana masa depan anak-anak dari Timor Leste yang sudah banyak belajar di Jogja, khususnya di bidang pendidikan, semoga hubungan ini tetap bisa terjalin dengan baik,” kata Sri Sultan.

Xanana Gusmao menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini semata-mata merupakan silaturahmi dan bukan untuk membahas kerja sama teknis. Ia datang karena sudah lama ingin berkunjung ke DIY, termasuk ke kawasan Borobudur yang berada tidak jauh dari Yogyakarta. Ia mengaku baru mengetahui keunikan Yogyakarta dibandingkan provinsi lain di Indonesia setelah bertemu langsung dengan Sri Sultan.

“Kehormatan besar bagi saya karena ini pertama kali saya bisa ke Yogyakarta. Kehormatan besar sekali karena dengan Sri Sultan kita bisa bicara dan saya bisa mengerti dan tahu perbedaan unik yang ada di Indonesia yang besar sekali dengan ribuan pulau-pulau. Saya berterima kasih sudah ada kesempatan untuk diajari sejarah Indonesia dan Yogyakarta,” jelas Xanana.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang turut mendampingi pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa percakapan antara Sri Sultan dan Xanana berlangsung sangat hangat. Salah satu hal yang menarik perhatian Xanana adalah hamparan sawah yang masih banyak dipertahankan di wilayah DIY.

“Pembicaraannya hangat. Seperti di sini banyak agriculture, banyak pertanian. Beliau (Xanana) kan belum pernah ke sini, ini yang pertama kali kedatangan beliau. Beliau tadi cerita juga ketika mau landing ‘mana ini kotanya, kok hanya sawah-sawah saja’. Tetapi setelah perjalanan sampai ke sini beliau mengapresiasi sawah itu masih banyak dan dipertahankan,” ujar Ni Made.

Ni Made menambahkan bahwa hingga kini DIY memang belum memiliki kerja sama resmi dengan Timor Leste, tetapi peluang untuk membangunnya tetap terbuka. Ia menilai pertemuan ini menjadi langkah awal untuk saling mengenal potensi masing-masing.

“Ke depan mungkin akan ada sounding untuk bisa kerja sama antara Timor Leste dengan Jogja. Tetapi saat ini kita kan masih saling mendalami ya. Kita tidak tahu sebenarnya mereka seperti apa, kemudian apa yang ingin ditekankan nanti ke depannya. Ini baru awalan, mengetahui lebih jauh tentang sejarah,” jelas Ni Made.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.