Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Patriot UI Paparkan Rekomendasi Komoditas Potensial di Belantikan Raya

📅 Selasa, 09 Des 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Patriot UI Paparkan Rekomendasi Komoditas Potensial di Belantikan Raya Doc: Antara
Ket. Tim Ekspedisi Patriot UI ketika berada di Kawasan Transmigrasi Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Depok - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI), kolaborasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, merampungkan riset intensif selama empat bulan di Kawasan Transmigrasi Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, dengan memberikan tiga rekomendasi terkait pengembangan komoditas unggulan lokal.

Rekomendasi tersebut menekankan urgensi pembenahan struktur produksi, peningkatan branding komoditas unggul lokal, serta penguatan rantai nilai (value chain) komoditas di Kawasan Transmigrasi Belantikan Raya. Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan dan SDA Pemkab Lamandau, Dr Meigo dalam keterangannya, Selasa menjelaskan pentingnya riset berbasis data sebagai fondasi kebijakan.

“Kami memerlukan masukan, validasi data, dan sumbang saran yang konstruktif. Data yang baik harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Meigo di Depok, Selasa (9/12).


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, menegaskan bahwa Pemda Lamandau menetapkan kopi robusta sebagai komoditas prioritas.

“Kopi harus tetap menjadi komoditas berkelanjutan dan prioritas utama. Kami mendapatkan dukungan APBN untuk pengadaan bibit unggul, ditambah komitmen dari offtaker industri besar,” kata Atie.

Hasil riset menyebutkan bahwa serangan hama masih sering mengganggu tanaman kopi petani lokal, sehingga produktivitas rata-rata baru mencapai 0,3 hingga 0,4 ton/hektare.

Angka tersebut cukup jauh dari potensi optimal robusta yang dapat menembus 0,8 ton/hektare.
Selain kopi, tim juga mengidentifikasi potensi padi, durian, dan semangka sebagai komoditas diversifikasi.
Tim riset tersebut terdiri atas dosen, mahasiswa, dan alumni yang menghadirkan pendekatan multidisipliner mulai dari aspek lingkungan dan sosial hingga kesehatan masyarakat.

Pada Senin (1/12), tim menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) di Aula Setda Kabupaten Lamandau untuk mendiseminasikan temuan lapangan.

Kegiatan itu dihadiri perwakilan Pemkab Lamandau, akademisi, pelaku industri, serta perwakilan transmigran. Diskusi itu juga memaparkan dua hasil penting, yakni evaluasi kawasan transmigrasi dan desain pengembangan komoditas unggulan untuk enam satuan kawasan permukiman (SKP).

Di lapangan, tim menemukan komoditas padi lokal di SKP C memiliki banyak permintaan, salah satunya pada saat rangkaian Lamandau Expo. Padi tersebut ditanam secara alami tanpa sentuhan pupuk maupun pestisida yang memiliki keunggulan khusus, seperti aroma yang wangi dengan bulir yang berukuran kecil.

​​​​​​Saat ini, masih menurut hasil riset, terdapat offtaker nasional yang siap menyerap produksi jika kualitas dan volume memenuhi standar, sehingga dapat membuka peluang peningkatan pendapatan petani hingga 30 hingga 40 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Pegadaian Raih Empat Penghargaan di KESGI Award 2026

17 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Pegadaian Raih Empat Pengha...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Tertekan, T...
Megapolitan
Hari Ini Jakarta Dipenuhi U...
Advertisement
Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.