Menteri PU Bongkar Strategi Baru: Kemitraan Infrastruktur dengan Tiongkok Tak Lagi Sekadar Investasi
Selasa, 09 Des 2025, 23:30 WIBJAKARTA â Kerja sama bilateral di bidang infrastruktur semakin menjadi pilar strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.
Melalui kemitraan antarpemerintah, negara dapat mengakses teknologi yang lebih maju, mempercepat transfer keahlian, serta memperoleh skema pembiayaan yang lebih efisien untuk proyek-proyek besar seperti transportasi, energi, dan konektivitas digital.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kualitas pembangunan fisik, tetapi juga meminimalkan risiko proyek melalui berbagi pengalaman dan standar internasional.
Di tengah kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang terus meningkat, kerja sama bilateral menjadi instrumen krusial untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, berkelanjutan, dan mampu mendorong pertumbuhan inklusif di berbagai wilayah.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendorong arah baru kerja sama dalam bidang infrastruktur Indonesia-Tiongkok.
Dia menekankan bahwa Kementerian PU menjadi poros utama percepatan pembangunan strategis Indonesia, terutama dalam memastikan setiap kerja sama internasional sejalan dengan agenda ketahanan air, ketahanan pangan, dan ketahanan energi sebagaimana tercantum dalam Asta Cita dan kerangka PU608.
âKerja sama IndonesiaâTiongkok dalam bidang infrastruktur kini memasuki fase yang semakin strategis. Selama 75 tahun hubungan diplomatik, kedua negara secara konsisten bekerja sama. Fondasi itulah yang memungkinkan pembangunan bersama terus berkembang,â ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/12).
Dia menegaskan arah baru pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi.
Dody menjelaskan bahwa arah pembangunan Indonesia telah terpetakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029 yang menempatkan tiga pilar strategis, yakni air, pangan dan energi sebagai inti pembangunan.
Ia menegaskan bahwa Kementerian PU memiliki mandat utama untuk memastikan ketiga pilar tersebut diwujudkan melalui infrastruktur yang tepat sasaran.
âKetahanan air, pangan, dan energi bukan sekadar program teknis. Ini kebutuhan dasar bagi keberlanjutan bangsa. Karena itu, seluruh kolaborasi internasional harus selaras dengan arah tersebut,â katanya.
Dody berupaya memastikan setiap kerja sama luar negeri tidak hanya mengalir sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai bagian integral dari strategi nasional yang terukur.
Ia memanfaatkan momentum untuk mengumumkan tiga proyek Government-to-Government (G-to-G) yang telah dikurasi dengan ketat dan siap memasuki pembahasan pembiayaan.
Adapun tiga proyek yang dimaksud meliputi Bendungan Serbaguna Riam Kiwa, Bendungan Serbaguna Pelosika, dan Pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan.
Dody menegaskan bahwa seluruh proyek telah melalui kajian komprehensif dan menunjukkan bagaimana Kementerian PU berada di garis depan perencanaan strategis nasional.
âKetiga proyek ini sudah berada dalam tahap siap pembiayaan. Kami tidak lagi berbicara rencana, tetapi implementasi. Ini proyek jangkar untuk ketahanan air, irigasi, dan konektivitas nasional,â katanya.
- infrastruktur
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.