BMKG: Hujan Lebat Diprakirakan Landa Jabar Sepekan ke Depan, Waspada Cuaca Ekstrem!
Selasa, 09 Des 2025, 19:40 WIBKOTA BANDUNG, JAWA BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat (Jabar) berpotensi mengalami hujan lebat sepanjang sepekan ke depan.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan sejumlah fenomena atmosfer masih memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jabar dalam beberapa hari ke depan.
âGelombang atmosfer tipe Rossby masih aktif di wilayah Jawa Barat. Selain itu sirkulasi siklonik di Sumatera bagian selatan memicu belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di beberapa wilayah Jabar,â ujar Teguh di Bandung, Selasa (9/12).
Teguh menjelaskan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
"Kelembapan udara juga diperkirakan masih relatif tinggi pada lapisan 850-500 mb, yaitu berkisar antara 50-95 persen, didukung oleh suhu muka laut di perairan selatan Jawa yang relatif hangat,â katanya.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, lanjut dia, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat pada sejumlah wilayah Jabar.
Teguh mengatakan pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
âKami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,â katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat, yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.
âMasyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan, dan menata lingkungan sekitarnya,â kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu. Ant
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Pasar Bersiap Hadapi Ketidakpastian
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Kegiatan MPLS Harus Bebas Perundungan
-
AS Tangguhkan Sanksi Minyak Iran, Teheran Izinkan Inspektur Nuklir PBB Kembali
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
-
Tiongkok Merebut Gelar Superkomputer Tercepat di Dunia dari AS
-
Samsat Keliling Hari Ini Buka di 14 Wilayah Jadetabek, Catat Dokumen yang Harus Dibawa!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.