BMKG Imbau Warga NTT Waspadai Cuaca Ekstrem hingga 14 Desember 2025
Senin, 08 Des 2025, 13:44 WIBKUPANG â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi pada periode 8â14 Desember 2025.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada periode tersebut di seluruh wilayah kabupaten dan kota di NTT,â kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotâek, di Kupang, Senin(08/12).
Ia menjelaskan potensi cuaca ekstrem itu dipicu oleh sirkulasi siklonik di Laut Banda yang membentuk daerah belokan angin, pertumbuhan angin, dan perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT, serta aktifnya Gelombang Kelvin turut memperkuat terjadinya hujan lebat.
âSirkulasi siklonik tersebut diprediksi berpotensi berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis pada Selasa 9 Desember 2025 dan bergerak ke arah barat menuju barat daya.â ujarnya.
Ia menambahkan khusus masyarakat di wilayah bertopografi curam/bergunung/tebing patut perlu mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir bandang apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam durasi yang panjang.
âWaspada potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur,â kata Sti Nenotâek.
BMKG, lanjut dia, telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai Senin (8/12) hingga Minggu (14/12). Karena itu masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak panik.
Ia juga mengimbau para kepala daerah agar dapat berkoordinasi dengan BPBD dan TNI/Polri setempat untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang
âMengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,â kata Sti Nenotâek.
Berita Terkait:
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
-
Rahasia PDC Tahan Produktivitas di Tengah Gejolak Energi: Mulai dari MCU Sampai Garage Sale
-
Imigrasi Minta Pemberian Bebas Visa Kunjungan Dievaluasi
-
RKAB Nikel 2026 Belum Diputuskan, Pasar Bersiap Hadapi Ketidakpastian
-
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Petir di Bagian Barat Indonesia pada Minggu
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.