- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Bekasi Supersiaga A...
Pemkot Bekasi Supersiaga Antisipasi Cuaca Sangat Buruk
Minggu, 07 Des 2025, 14:18 WIBBEKASI â Belajar dari daerah-daerah lain yang luluh lantak diterjang bencana alam, maka Pemerintah Kota Bekasi tak mau kecolongan. Pemkot Bekasi memastikan seluruh unsur pemerintah daerah dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Diskominfo Kota Bekasi, Minggu, menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan cuaca ekstrem di Kota Bekasi pada Jumat (5/12) dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Tri menerima laporan kesiapan dari BPBD, Dinas BMSDA, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan perangkat kecamatan.
Atas kesiapsiagaan cuaca ekstrem, Pemkot Bekasi membatalkan pergelaran seni budaya Pesona Nusantara Bekasi Keren yang semula dijadwalkan pada Minggu (7/12). Pemkot juga menyediakan kesiapan pompa, drainase, dan personel lapangan, termasuk memastikan ketersediaan pasokan sembako untuk kebutuhan darurat serta kesiapan armada perahu yang dapat dikerahkan apabila terjadi evakuasi.
âSemua rotoc harus siaga penuh. Peralatan, rotocol, hingga jalur koordinasi harus bekerja cepat agar warga tetap aman,â ujar Tri Adhianto. Wali Kota memastikan seluruh rotocol penanganan bencana di Kota Bekasi tetap berjalan dan terkoordinasi.
Pemkot Bekasi mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melapor ke 112 jika menemukan potensi bahaya di wilayahnya.
Warga Bantaran
Harus lebih waspada bagi warga yang tinggal di area bantaran sungai di Kabupaten Bekasi. Mereka diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan melalui kegiatan edukasi diselenggarakan oleh lintas sektor terkait.
Kegiatan edukasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi ini, melibatkan Satgas Teritorial Patroli Sungai Batalion Roket 1 Marinir serta Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat kepada warga Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama mendorong mitigasi banjir, mengurangi risiko longsor serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai," kata Ketua Tim Pengendalian Persampahan Dinas LH Kabupaten Bekasi Eddy Sirotim di Cikarang, Sabtu.
Ia menekankan pentingnya cara mengolah sampah untuk mencegah banjir akibat sumbatan air di daerah aliran sungai, mengingat kapasitas TPA Burangkeng hanya mampu menampung 700 ton dari total 2.100 ton sampah dalam sehari yang dihasilkan masyarakat.
Dirinya mengapresiasi munculnya inisiatif warga setempat yang secara antusias ingin membentuk bank sampah mandiri guna menekan sampah liar, terutama sampah rumah tangga di daerah aliran sungai (DAS).
"Kami dukung penuh dan akan membina sampai berjalan. Jika aktif serta baik secara pelaporan, kami bantu pengajuan alat penunjang. Melalui bank sampah, kami berharap ancaman sampah sungai bisa dikurangi," katanya.
Dansatgaster Patroli Sungai Batalion Roket 1 Marinir Lektol Baron Habibi mengedukasi dari aspek mitigasi serta patroli sungai agar warga mengetahui serta melakukan upaya kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
"Kami sudah menyisir Kali Cikarang dari Klapanunggal Bogor hingga ke muara di utara Bekasi. Kami menemukan beberapa titik rawan longsor dan bangunan liar, termasuk di Desa Danau Indah ini," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan edukasi ini sekaligus sebagai tindak lanjut kerja sama antara Gubernur Jawa Barat dengan Kepala Staf Angkatan Laut. Resimen Artileri 1 Marinir serta Batalion Roket 1 Marinir ditunjuk untuk memperkuat kesiapsiagaan wilayah, termasuk di Kabupaten Bekasi.
"Langkah strategis ini kami lakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi di akhir tahun ini," ucap dia.
Kepala Bidang Sungai, Pantai, dan Pengendalian Banjir DSDA Provinsi Jawa Barat Hendra Wardana menjelaskan ancaman bencana hidrometeorologi semakin meningkat akibat perubahan iklim, penurunan kapasitas DAS, urbanisasi tinggi hingga infrastruktur pengendali banjir yang belum sebanding dengan risiko.
"Ketika hujan turun di Puncak Bogor, air dari Bendung Katulampa bisa tiba di Kali Bekasi hanya dalam waktu delapan jam. Jadi meski curah hujan di Bekasi kecil, dampaknya tetap terasa," katanya.
Dirinya menegaskan fokus DSDA Jabar pada peningkatan edukasi, penanaman pohon sukun dan kelapa di sempadan sungai serta kampanye pengelolaan sampah yang lebih bijak. "Kami juga akan mengusulkan penguatan penegakan hukum bagi pelaku pencemaran dan pelanggaran pada area sempadan sungai," kata dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Kementan Ungkap Upayakan Stabilisasi Harga Cabai Terus Berjalan
-
Nelayan di Papua terdampak cuaca buruk
-
Peringatan cuaca buruk di Taman Nasional Komodo
-
Era Baru Bekasi Dimulai, Kabel Bawah Tanah Siap Ubah Wajah Kota
-
Pasar Segar Sepaku Hadir, Alternatif Belanja Praktis di Kawasan IKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.