Gerak Cepat PSF di Hari Guru Nasional: Dorong Guru Indonesia Jadi Mandiri dan Berdaya
Sabtu, 06 Des 2025, 14:05 WIBJAKARTA - Putera Sampoerna Foundation (PSF) kembali menguatkan komitmennya untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia lewat kampanye #StandWithTeachers pada perayaan Hari Guru Nasional 2025. Kampanye ini menjadi ruang bagi guru untuk mendapatkan dukungan nyata melalui talkshow inspiratif, sesi berbagi pengalaman, dan workshop pemberdayaan yang dirancang agar mereka bisa mengejar mimpi di luar ruang kelas.Â
Kegiatan utama menghadirkan Talkshow "Stand With Teachers: Mendukung Guru Mengejar Mimpi di Luar Kelas" dan Teacherpreneur Workshop yang fokus pada pengembangan peluang usaha berbasis keahlian guru. Langkah ini selaras dengan visi PSF untuk membuat guru lebih sejahtera dan mandiri secara profesional maupun finansial.Â
PSF menilai pemberdayaan guru penting dilakukan karena mereka memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif. Ketika guru mendapat akses dan dukungan untuk terus bertumbuh, dampaknya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran bagi generasi mendatang.Â
Berbagai data menunjukkan dukungan terhadap profesi guru masih jauh dari ideal. Berdasarkan CEIC 2022-2023, hanya 38 persen guru sekolah menengah yang menerima pelatihan minimum wajib, sementara banyak yang masih berada pada tingkat kesejahteraan tidak layak. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih besar dari semua pemangku kepentingan.Â
"Kami hadirkan kampanye #StandWithTeachers pada momentum Hari Guru Nasional ini, karena kami melihat bahwa guru memegang peran sangat besar dalam membentuk masa depan bangsa justru belum mendapatkan dukungan optimal terhadap kesejahteraan dan pengembangan diri," ujar Juliana, Head of Program Development and Guru Binar, Putera Sampoerna Foundation.Â
Dukungan juga datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menilai PSF berkontribusi besar dalam penguatan profesi guru.
"Kami melihat bahwa masih banyak guru, khususnya di daerah 3T, yang belum memiliki kualifikasi dan kesejahteraan yang layak. Untuk itulah kami mengapresiasi upaya PSF yang secara konsisten mendukung pengembangan guru di Indonesia," jelas Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen RI.Â
Salah satu inisiatif unggulan PSF yang menjadi motor peningkatan kompetensi guru adalah Guru Binar. Platform ini menyediakan pelatihan teknologi, pendampingan, dan penguatan kompetensi pedagogik yang membantu guru makin percaya diri serta mampu membuka peluang baru di dalam maupun luar kelas.Â
Anti Siti Sofhianti, Guru Binar Ambassador asal Karawang, membagikan kisah perjalanannya sebagai guru sekaligus praktisi coaching profesional.
"Mulai dari menentukan format kelas, membuat video pembelajaran yang menarik, hingga menyusun kuis-kuis dengan tenggat waktu singkat, saya merasa terbantu dengan sesi live coaching Guru Binar yang bisa diikuti daring," cerita Anti.Â
Perjalanan Anti menggambarkan transformasi peran guru di era digital yang kini meluas hingga konten kreatif dan edukasi berbasis teknologi. Hal serupa dialami Galih Sulistyaningra, CEO Smartick Indonesia, yang berkembang dari guru SD menjadi content creator pendidikan dengan dampak luas.Â
"Bagi saya, media sosial bisa menjadi alat advokasi untuk menunjukkan kepada publik bagaimana pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru saja, tetapi juga orang tua, pemerintah, dan masyarakat," kata Galih.Â
Galih juga membagikan kiat bagi guru yang ingin mulai berkarya di luar kelas, mulai dari mengembangkan kompetensi, menghindari multitasking, hingga bergabung di komunitas seperti Guru Binar. Ia menegaskan pentingnya support system dan pemahaman kebijakan daerah untuk mendukung pengembangan karier seorang guru.Â
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Teacherpreneur Workshop bertema "Guru Bermimpi, Guru Berdaya: Buka Peluangmu di Luar Kelas." Sesi tersebut membantu guru memahami manajemen keuangan, peluang usaha, hingga cara menghasilkan pendapatan tambahan melalui jualan konten edukasi dan jasa profesional.Â
Pemberdayaan guru menjadi komitmen jangka panjang PSF sebagai upaya mengubah apresiasi publik terhadap guru menjadi aksi nyata. Setiap langkah diarahkan untuk membuat guru lebih mandiri, percaya diri, dan tetap menjadi agen perubahan dalam menghadapi dinamika zaman.Â
"Kami berharap agar para guru di Indonesia bisa semakin berani mengeksplorasi potensi diri, baik dalam mengajar maupun dalam berkarya, berbisnis, dan mengembangkan minat mereka," tutup Juliana.Â
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Peringati Hardiknas, Gubernur Gorontalo Minta Guru Jangan Sampai Kalah oleh Teknologi AI
-
Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Guru Non-ASN Diberhentikan 2027
-
BPOM Tindak Tegas Peredaran Gas N2O Ilegal
-
Bandara APT Pranoto Jadi Favorit, Puluhan Ribu Penumpang Terbang Saat Lebaran 2026
-
Strategi Rahasia TNI Jaga Kedamaian di Jantung Tolikara, Tokoh Pemuda Sampai Takjub
-
Kualitas Udara Jakarta Selasa (21/4) Pagi Ini Tak Sehat, Masyarakat Diimbau Pakai Masker
-
Cuaca Kamis, Sebagian Jakarta Hujan Sepanjang Hari, Suhu Udara 24-30 Derajat Celsius
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.