- Home
-
- Luar Negeri
-
- Macron Temui Xi di Beijing...
Macron Temui Xi di Beijing, Serukan Perdamaian Ukraina dan Perdagangan UE–Tiongkok
Kamis, 04 Des 2025, 20:30 WIBJAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali bergerak di panggung diplomasi global dengan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing dalam upaya meredakan perang Ukraina dan menyeimbangkan hubungan dagang antara Uni Eropa dan Tiongkok yang selama ini dianggap timpang. Kedua pemimpin duduk satu meja untuk membahas langkah konkret yang bisa diambil demi stabilitas dunia yang makin gonjang-ganjing. Pertemuan tersebut disebut sebagai salah satu upaya paling serius Eropa untuk ngegas halus agar Tiongkok mengambil peran lebih konstruktif.
Dalam dialog itu, Macron menekan pentingnya peran Tiongkok sebagai negara dengan pengaruh besar terhadap Rusia, terutama dalam mencari jalan keluar damai atas perang yang terus menguras nyawa dan menghancurkan kawasan. Ia mendorong Beijing untuk memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Moskow demi menekan Vladimir Putin agar mau duduk di meja perundingan. Xi merespons dengan menyatakan bahwa Tiongkok mendukung upaya damai, meski tetap mempertahankan posisinya sebagai pihak yang tidak memihak.
"Tiongkok punya kapasitas unik buat bantu meredakan situasi ini, dan UE berharap Beijing ambil bagian lebih aktif," kata Macron dalam pertemuan itu.
Ia menegaskan bahwa stabilitas Eropa berhubungan langsung dengan bagaimana perang tersebut diarahkan ke jalur diplomasi. Xi, di sisi lain, mengingatkan bahwa segala proses perdamaian harus dilakukan tanpa tekanan dan harus mempertimbangkan kondisi seluruh pihak yang terdampak.
Dalam pembahasan perdagangan, Macron menyoroti ketidakseimbangan besar antara impor dan ekspor UE dengan Tiongkok, terutama soal masuknya produk-produk berharga murah yang disebut merusak industri Eropa. Ia meminta agar Beijing membuka pasar lebih lebar bagi produk-produk Eropa, sekaligus mengurangi praktik yang dianggap tidak fair. Xi menyatakan bahwa Tiongkok siap berdialog lebih lanjut, sembari menekankan bahwa hubungan ekonomi kedua kawasan sudah saling menguntungkan.
"Eropa butuh hubungan perdagangan yang sehat, bukan yang bikin salah satu pihak megap-megap," ujar Macron.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan dagang penting untuk menjaga industri Eropa tetap hidup di tengah persaingan global yang makin ketat. Xi menilai bahwa Tiongkok dan UE seharusnya memperkuat kerja sama, bukan terseret dalam pertarungan geopolitik yang malah merugikan pertumbuhan ekonomi.
Macron juga menegaskan bahwa masa depan hubungan UEâTiongkok bergantung pada transparansi dan kejujuran dalam setiap kebijakan ekonomi yang dijalankan. Ia mendorong Beijing untuk lebih terbuka dalam regulasi industri, terutama soal kendaraan listrik, panel surya, dan sektor teknologi yang kini dikuasai produk Tiongkok. Xi menepis kekhawatiran tersebut dan menyebut bahwa pertumbuhan Tiongkok didasarkan pada inovasi dan kompetisi yang adil.
Pertemuan ini dianggap sebagai langkah strategis Prancis untuk memperkuat peran Eropa di tengah meningkatnya pengaruh Amerika Serikat dan Tiongkok. Macron berulang kali mengingatkan pentingnya otonomi strategis Eropa agar tidak terus-menerus bergantung pada kekuatan besar lain. Xi menyambut gagasan tersebut, namun tetap menekankan bahwa hubungan Tiongkok dengan Eropa tidak boleh terpengaruh rivalitas politik global.
Dengan suasana global yang makin panas, Macron dan Xi sepakat untuk menjaga dialog tetap terbuka. Keduanya menilai bahwa ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi hanya bisa dihadapi dengan komunikasi yang stabil dan kerja sama yang terukur. Pertemuan Beijing ini diyakini bakal menjadi pijakan baru dalam hubungan UEâTiongkok jelang tahun politik yang penuh dinamika.
- Tiongkok
- Xi Jinping
- Uni Eropa
- Perdagangan Internasional
- Perancis
- geopolitik
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- perang ukraina
- Emmanuel Macron
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Presiden Macron Joging Pagi di Kepadatan Jalan Mesir
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.