Zulhas Sebut RI Bisa Raup Rp60 Triliun dari Suplai Makanan Haji dan Umrah
Rabu, 03 Des 2025, 13:33 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebutkan Indonesia memiliki potensi ekonomi sebesar 60 triliun rupiah dalam penyediaan atau suplai makanan bagi jemaah haji dan umrah.
Pemerintah telah membentuk kelompok kerja (pokja) khusus untuk menangani berbagai aspek terkait penyelenggaraan haji dan umrah.
Zulhas dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/12), mengatakan suplai makanan menjadi prioritas awal karena volume kebutuhan yang sangat besar dan selama ini masih didominasi pasokan dari luar negeri.
"Untuk makanan saja, kita punya 221 ribu haji dan 1,7 juta pelaku ibadah umrah. Nilainya bisa mencapai Rp50 triliun-Rp60 triliun. Nah ini sekarang, sebagian besar itu disuplai oleh negara lain. Ini akan kita coba bagaimana agar kita bisa mensuplai," ujar Zulhas.
Ia menjelaskan bahwa selama ini perputaran dana sebesar 60 triliun rupiah untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah hanya terjadi di luar negeri.
Menurut dia, jika Indonesia mampu mengambil peluang untuk memasok makanan tersebut maka perputaran uang itu dapat terjadi di dalam negeri dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha lokal.
Pemerintah sedang menyiapkan langkah agar Indonesia dapat mulai memasok sebagian kebutuhan tersebut, dan secara bertahap memperluas kapasitas sesuai kemampuan industri pangan dalam negeri.
Lebih lanjut, upaya memaksimalkan peluang ekonomi dari suplai makanan ini, sekaligus berpotensi menekan biaya haji.
"Kan uangnya ini kan, masuk ke sana (Arab Saudi) tuh. Nah kalau ini (suplai dari Indonesia), masuk ke sini. Kalau di sana harganya 2 dollar AS, di sini mungkin 1,8 dollar AS, bisa lebih murah kan berarti ongkosnya," jelasnya.
Pada Oktober 2025, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperluas ekspor produk Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ekspor nasional, sekaligus memperluas pasar produk Indonesia di sektor haji dan umrah.
"Kita nanti membantu mencarikan suplier, suplier dari perusahaan-perusahaan Indonesia yang siap untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan jemaah di sana," ujar Budi usai menyaksikan penandatanganan kerja sama Kemendag dengan BPKH di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (16/12).
Kebutuhan jemaah haji dan umrah yang mencapai lebih dari dua juta orang per tahun, menjadi pasar yang sangat potensial untuk produk Indonesia, khusus makanan, bumbu dan perlengkapan ibadah, katanya.
Selain itu, ekspor produk lokal juga memiliki peluang yang besar untuk digunakan oleh jemaah dari negara lain.
- Haji dan Umrah
- Zulhas
- Suplai Makanan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kemenekraf Sasar Pengembangan 3 Subsektor Ekraf Unggulan Malang
-
Infrastruktur Butuh Dana Raksasa, Swasta Diajak Ikut Urun Daya
-
Warga Minta Taman Mahoni Jaktim Dijaga Ketat untuk Cegah Asusila
-
Borneo Akhiri Musim dengan Kemenangan 2-1 di Markas Persik
-
Rumor iPhone 17: Harga Naik, Warna Baru, dan Peningkatan Signifikan di Seri Pro
-
Bupati Bantul Dorong Generasi Muda Hidup Sehat untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Gubernur Jateng Dorong Organisasi Mahasiswa Jadi Pendamping Desa Miskin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.