Uni Eropa Tekan Russia Habis-Habisan: Usulan Larangan Impor Gas Mulai Dibahas di Brussels

Rabu, 03 Des 2025, 20:15 WIB

JAKARTA - Uni Eropa sedang menggodok proposal yang berpotensi menghentikan seluruh impor gas dari Russia sebagai bagian dari paket sanksi terbaru. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat tekanan ekonomi terhadap Moskow yang masih melanjutkan perang di Ukraina.

Laporan dari The Independent mengungkapkan bahwa Komisi Eropa telah menempatkan usulan ini sebagai salah satu prioritas dalam paket kebijakan baru. Pembahasan ini dilakukan di tengah dorongan politik yang makin besar dari beberapa negara anggota.

Ket. Foto: — Sumber: The Independent

Hingga kini Russia masih menjadi pemasok gas bagi sejumlah negara Eropa meskipun volume ekspornya sudah turun drastis sejak invasi 2022. Ketergantungan tersebut membuat UE berhati-hati menyiapkan kebijakan sanksi yang tidak mengganggu stabilitas energi kawasan.

"Semuanya masih dalam kajian, tapi opsinya sudah ada di atas meja," ujar seorang pejabat UE yang tidak disebutkan namanya.

Proposal larangan gas ini muncul setelah Uni Eropa sebelumnya menargetkan sektor minyak dan batu bara. Para diplomat menyebut bahwa gas menjadi satu-satunya komoditas energi besar yang belum sepenuhnya dibatasi dalam kerangka sanksi.

Beberapa negara seperti Polandia dan negara Baltik mendesak agar larangan ini segera diberlakukan. Mereka menilai UE harus memutus ketergantungan dengan energi Russia untuk memperlemah kemampuan finansial Moskow.

Di sisi lain terdapat kekhawatiran dari negara anggota yang masih menggunakan gas Russia dalam jumlah signifikan. Mereka menganggap kebijakan ini dapat menaikkan harga energi dan menimbulkan tekanan ekonomi domestik.

"Situasinya sensitif karena pasar energi belum benar-benar stabil," kata seorang diplomat Eropa.

Komisi Eropa disebut sedang menyiapkan analisis dampak ekonomi secara detail sebelum menyodorkan proposal resmi. Mereka ingin memastikan bahwa larangan tersebut tidak membuat harga energi melambung kembali seperti pada 2022.

Para analis energi menilai bahwa UE sudah bergerak jauh dalam diversifikasi pasokan gas, terutama lewat impor LNG dari Amerika Serikat dan Qatar. Mereka menyatakan bahwa kondisi ini membuat larangan gas Russia lebih mungkin dilakukan dibanding dua tahun lalu.

Meski demikian beberapa pakar memperingatkan bahwa keputusan tergesa-gesa dapat merugikan negara yang infrastrukturnya belum siap untuk sepenuhnya bebas dari gas Russia. Mereka meminta proses transisi dilakukan secara bertahap dengan peta jalan yang jelas.

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi politik UE untuk menunjukkan solidaritas kepada Ukraina. Banyak pemimpin Eropa yang menyatakan bahwa tekanan ekonomi terhadap Russia harus terus ditingkatkan seiring berlanjutnya perang.

Jika disetujui, proposal ini akan menjadi salah satu sanksi energi paling keras yang pernah diterapkan UE terhadap Russia. Kebijakan tersebut juga dapat mengubah peta perdagangan energi global dalam jangka panjang.

Negosiasi mengenai isi akhir paket sanksi ini akan dilanjutkan dalam beberapa pekan mendatang. Para diplomat memperkirakan pembahasan akan berlangsung sengit karena setiap negara memiliki kepentingan energi berbeda.

UE diharapkan mengambil keputusan sebelum akhir tahun mengingat situasi politik dan keamanan Eropa semakin dinamis. Diskusi terus berkembang dan menempatkan isu energi kembali sebagai salah satu agenda utama di Brussels.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.