Pemkab Karimun Antisipasi Harga Cabai Naik akibat Bencana Sumatera
Selasa, 02 Des 2025, 10:03 WIBBATAM â Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengantisipasi kenaikan harga cabai di wilayah tersebut disebabkan dapat bencana yang melanda Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispatan) Karimun Sukrianto Jaya Putra mengatakan pasokan cabai di wilayah tersebut sebagian besar di pasok dari daerah Sumatera.
âPasti (bencana Sumatera) berdampak untuk harga kebutuhan pokok di Karimun, karena dipasok dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, juga ada yang dari Aceh, salah satunya cabai sudah mulai naik ini,â kata Sukrianto dikonfirmasi di Batam, Selasa (02/12).
Dia mengatakan harga cabai merah keriting saat ini Rp90 ribu sampai dengan Rp100 ribu per kg, cabe rawit merah atau cabe rawit setan Rp70 ribu per kg, sedangkan cabai rawit hijau sekitar Rp60 ribu per kg.
Menurut Sukrianto, kondisi ini sudah menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Karimun. Rencananya, Rabu (3/12), dilaksanakan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin oleh Bupati Ing Iskandarsyah.
âRapat TPID nanti membahas teknis terkait bencana ini, dan mitigasinya untuk harga kebutuhan pokok di Karimun,â katanya.
Selain itu, Pemkab Karimun juga memenuhi kebutuhan cabai di daerah tersebut lewat gerakan Perkarangan Pangan Bergizi yang sudah dikembangkan sejak awal 2025.
Dia menyebut, ada 73 kelompok tani di Karimun yang menanam cabai di perkarangan rumahnya, ada yang menanam 450 batang cabe rawit, 270 batang cabai rawit dan 180 batang cabai rawit merah.
âSekarang sudah panen, tapi jujur ini belum bisa mencukupi untuk menghadapi Natal dan tahun baru, karena Karimun memang bergantung pasokan dari luar daerah,â katanya.
Upaya lainnya, lanjut dia, sudah meminta agar Dinas Perdagangan (Disperindag) Karimun mencari alternatif pemasok lain dari wilayah Timur.
âSelama ini memang pasokan Karimun dari daerah-daerah di barat seperti Aceh, Sumut dan Sumbar. Tapi ini sedang dicarikan alternatif dari daerah Timur seperti Lombok. Disperindag sudah berkoordinasi dengan distributor,â ujarnya.
Sukrianto menambahkan selain cabai, harga pangan lainnya seperti beras masih stabil, begitu juga dengan telur dan ayam, yang 80 persen di pasok dari wilayah tersebut, sisanya dari Batam.
Menurut dia, apabila harga kebutuhan pokok di Batam mengalami kenaikan, otomatis di Karimun juga terdampak.
âUpaya pengendalian terus dilakukan, saat ini Disperindag juga melaksanakan harga pangan murah untuk beberapa bahan pokok prioritas,â kata Sukrianto.
- Harga Cabai
- Pemkab Karimun
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Anda Mau Mudik? Simak Info Ini, Tol Cikampek Ramai Lancar hinggal Sabtu Sore
-
Tebing Ngarai Sianok Longsor Setinggi 120 Meter
-
Bus Wisata Disingkirkan dari Sumbu Filosofi, Jogja Ubah Pola Kunjungan
-
Jelang Ramadhan 1447 H, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramat Jati Sempat Melonjak hingga Rp70 Ribu sebelum Mulai Turun
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Tak Perlu Panik, Isi BBM Secukupnya Meski Ada Konflik AS–Iran!
-
Harga Cabai Rawit di NTB Mulai Turun Jelang Idul Adha, Kini Rp72 Ribu per Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.