Sergio Ramos Ingin Kembali ke Real Madrid: Seberapa Realistis Kepulangannya ke Bernabeu?

Senin, 01 Des 2025, 09:37 WIB

MADRID - Mantan kapten Real Madrid, Sergio Ramos, dikabarkan ingin kembali ke Santiago Bernabeu saat kontraknya bersama Monterrey berakhir pada awal 2026. Bek tengah berusia 39 tahun itu akan berstatus bebas transfer, dan masa depannya kini menjadi salah satu topik hangat di sepak bola Eropa.

Sejak bergabung dengan Monterrey pada awal tahun ini, Ramos tampil cukup impresif dengan mencetak 7 gol dalam 30 pertandingan. Namun kontraknya akan habis akhir bulan depan, membuat spekulasi mengenai langkah berikutnya semakin kencang.

Ket. Foto: Sergio Ramos. — Sumber: AFP

Beberapa laporan sempat menyebut ia mempertimbangkan pensiun, tapi jurnalis Juanfe Sanz menegaskan bahwa opsi itu tidak masuk dalam rencana bek tersebut. Ramos, menurut laporan tersebut, tetap ingin bermain.

Menurut Defensa Central, Ramos sangat ingin menutup karirnya di Eropa, dan impian terbesarnya adalah kembali ke Real Madrid. Demi mewujudkannya, ia bahkan disebut siap menerima pemotongan gaji besar-besaran.

Keinginannya itu masuk akal mengingat sejarah panjangnya bersama Los Blancos. Ramos membela Real Madrid sejak 2005 hingga 2021, mencatat 671 penampilan, mencetak 101 gol, dan memberikan 22 trofi besar, termasuk 4 Liga Champions dan 5 gelar La Liga. Tidak banyak bek dalam sejarah sepak bola yang memiliki dampak sebesar itu.

Setelah meninggalkan Madrid, Ramos bermain untuk PSG selama dua musim, kembali ke Sevilla musim berikutnya, lalu melanjutkan kariernya di Monterrey. Namun tampaknya hatinya masih tertambat di Bernabeu.

Secara emosional, kembalinya Ramos pasti disambut hangat oleh para suporter. Ia adalah simbol kejayaan klub selama satu dekade lebih.

Secara kebutuhan skuad, Real Madrid memang sedang mencari bek tengah baru. Antonio Rüdiger bisa hengkang secara gratis akhir musim ini, Eder Militao terus diganggu cedera, dan masa depan Raul Asencio belum sepenuhnya meyakinkan. David Alaba pun kontraknya habis pada 2026.

Namun dari sisi perencanaan jangka panjang, Madrid lebih fokus membangun masa depan. Talenta muda seperti Dean Huijsen diproyeksikan menjadi pilar lini belakang, dan klub tidak ingin menghambat regenerasi itu.

Karena itu, Ramos kemungkinan bukan prioritas utama. Usianya yang segera menginjak 40 tahun menjadi pertimbangan besar, terutama karena Madrid kini mengedepankan skuad muda dalam proyek baru mereka.

Meski kecil, peluang untuk melihat Ramos kembali ke Bernabeu belum sepenuhnya tertutup. Jika Madrid mengalami krisis bek di awal tahun depan, opsi kontrak jangka pendek selama enam bulan bisa menjadi solusi darurat yang menarik, baik bagi klub maupun sang legenda.

Bagi Real Madrid, ini akan jadi “kepulangan emosional” yang memberi kedalaman skuad. Bagi Ramos, ini bisa menjadi penutup karir yang ideal, mengakhiri perjalanan di klub tempat ia menorehkan warisan terbesar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.