Film 'Autopsy: Dead Body Can Talk' Resmi Dirilis, Sebuah Kisah Nyata Dokter Forensik Polri
Minggu, 30 Nov 2025, 08:47 WIBJAKARTA - Film kisah nyata yang mengangkat profesi dokter forensik Polri, âAutopsy: Dead Body Can Talkâ secara resmi telah diluncurkan di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/11).
Film ini mengisahkan cerita tentang seorang dokter forensik terkenal, yakni Brigjen Polisi Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. Lahirnya film ini juga berkat keahlian yang dimiliki oleh dokter tersebut dalam mengungkap kasus yang janggal.
âFilm ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana,â kata Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata melalui keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.
Film yang diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerjasama dengan PT Karya Kreatif Utama ini menggabungkan pendekatan "scientific crime investigation" dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.
Film ini mengisahkan keahlian Dr. Sumy Hastry yang dikenal dengan ketajamannya, tenang dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan yang viral di Indonesia.
Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.
âPertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,â katanya.
Tidak hanya menceritakan penangan kasus-kasus yang heboh di kalangan masyarakat Indonesia, âAutopsy: Dead Body Can Talkâ juga menceritakan latar belakang akhirnya dia memilih jalur tersebut untuk karir di masa depannya.
Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan, pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.
âFilm horor itu banyak, tapi kalau yang 'based on true event', itu lebih menggugah masyarakat,â ungkapnya.
Pembuatan film ini dilakukan dengan cara yang profesional. Pembahasan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.
âKami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat. Supranatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu 'based on her story',â katanya.
Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga serta sejumlah aktor pendukung lainnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Kalimantan Hadirkan Berbagai Program Promo Lebaran untuk Mudahkan dan Untungkan Pemudik
-
Tayang di Bioskop 21 Mei, Film "Keluarga Suami Adalah Hama" Dibintangi Raihaanun dan Omar Daniel
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Lebaran Sudah di Ambang Pintu, Semarang Masih Berjuang Melawan Banjir
-
Harga Emas Antam pada Awal April, Naik ke Rp2,9 Juta Per Gram
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Pemkab Kapuas Siapkan Izin Lingkungan untuk Proyek Dermaga Waterfront City
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.